Refleksi Ramadan

REFLEKSI RAMADAN (26): Jangan Lupa Persiapkan Mudik ke Kampung Akhirat

Mau-tidak-mau, cepat atau lambat, manusia pasti akan mudik ke hadirat Allah. Ibnu ‘Arabi, menyebut hanya dua cara: terpaksa dan sukarela.

REFLEKSI RAMADAN (26): Jangan Lupa Persiapkan Mudik ke Kampung Akhirat
dok.tribun
Wahyuddin Halim 

Oleh
Wahyuddin Halim
Antropolog Agama UINAM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Istilah “mudik” selalu memantik pelbagai pemaknaan. Mungkin, semua dimensi mudik telah diulas dari berbagai sudut pandang dan disiplin keilmuan.

Hampir-hampir takada lagi aspek ke-mudik-an yang belum pernah didedah di berbagai media.

Mungkin lebih menarik menganalogikan mudik ke kampung halaman dengan mudik ke akhirat. Walau kedengarannya menyeramkan.

Seperti diketahui, sebelum peralihan dari alam arwah ke alam rahim, atau menjadi janin dalam kandungan ibu, setiap ruh harus menandatangani MoU primordial dengan Allah. Setelah itu, barulah ruh ditiupkan ke alam rahim, dan kehidupan baru bermula.

Akibat ketercemplungan eksistensial dalam dunia, banyak orang lupa pada Allah dan perjanjian primordial ini. Akibatnya, mereka tidak tahu lagi muasalnya, tujuan hidup di dunia ini, dan arah perjalanan selanjutnya?

Al Quran mewasiatkan, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”(59:19).

Namun, sejauh-jauh tersesat, ingatan dan damba seseorang pada Yang Ilahi tak pernah sepenuhnya lekang. Sebab, meminjam istilah tokoh reformasi Protestan, John Calvin, dalam hati manusia sudah tertanam rasa keilahian (sensus divinitas) atau akar keagamaan (semen religionis).

Dalam Mathnawi, penyair-sufi Jalaluddin Rumi menulis, “Setiap orang yang tercerabut jauh dari sumbernya suatu saat pasti merindukan masa-masa ketika dia dulu bersatu dengan-Nya.”

Karena manusia berasal dari Allah (2:156), maka mereka selalu menyimpan kerinduan untuk kembali kepada-Nya. Dalam Alquran, Allah menyebut sifat-Nya sebagai al-mashir, “tujuan mudik manusia” (5:48) dan husnul maab, “tempat kembali yang baik” (3:14).

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help