Idulfitri 1439 H

Momen Lebaran, Shahar Ginanjar Tak Ingin Ikut Euforia Berburu Baju Baru

‎Menurutnya makna Idulfitri adalah kembali menjadi individu yang suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan.

Momen Lebaran, Shahar Ginanjar Tak Ingin Ikut Euforia Berburu Baju Baru
Kiper PSM Makassar, Shahar Ginanjar 

Laporan wartawan Tribun timur Ilham Mulyawan

TRIBUN TIMUR.COM MAKASSAR --Sebentar lagi hari raya Idulfitri 1439 H tiba. Menjelang lebaran, tak sedikit masyarakat yang berburu baju baru di pusat perbelanjaan. Sepertinya ini sudah jadi tradisi tahunan di Indonesia setiap dekat lebaran.

Namun tidak halnya dengan kiper PSM, Shahar Ginanjar. Ia dan istri, Nilam Kristiana ogah berburu baju lebaran padahal dengan penghasilan yang dimilikinya sebagai pesepakbola, tentu saja Shahar bisa saja membeli baju merek apapun yang ia inginkan.

‎"Momen lebaran itu bagi saya dan keluarga adalah bisa bersilaturahmi dan maaf memaafkan. Kumpul bareng kemudian makan bersama. Kalau berburu baju lebaran tidak saya lakukan. Itu bukan patokan utama berlebaran bagi saya,"ujarnya.

‎Menurutnya makna Idulfitri adalah kembali menjadi individu yang suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan. Menjalin silaturahmi dan saling memaafkan sudah keharusan, bukan dengan berburu baju baru.

Eks kiper Mitra Kukar dan Persib Bandung ini mengaku berlebaran di kota Balikpapan Kalimantan Timur, dimana keluarga besar istrinya berdomisili.

"Saya senang bisa kumpul lagi bersama istri dan anak saya M.A Zein Putra. Melepas rindu setelah jadwal padat selama kompetisi, kini saatnya manfaatkan waktu bersama keluarga,"ujarnya.

Penulis: Ilham Mulyawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help