Pilgub Sulsel 2018

Mabes Polri Utus Khusus 5 Jenderal ke Sulsel, Pengamat: Apa yang Dikhawatirkan Bisa Terjadi

Kelimanya juga akan melaksanakan tugas sebagai tim dalam mengambil langkah-langkah khusus dan penegakan hukum

Mabes Polri Utus Khusus 5 Jenderal ke Sulsel, Pengamat: Apa yang Dikhawatirkan Bisa Terjadi
HANDOVER
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Syafruddin mengeluarkan Surat Perintah (Sprin) kepada lima perwira tinggi (pati) Polri untuk ikut mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak di Sulawesi Selatan.

Dalam Sprin bernomor 1503/VI/PAM.2.4/2018 itu, tercantum nama Wakil Irwasum Polri Irjen Agung Sabar Santoso, Wakabareskrim Polri Irjen Antam Novambar.

Wadankor Brimob Polri Brigjen Abdul Rakhman Baso, Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Fadhil Imran, dan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Teddy Minahasa.

Di samping diperintahkan untuk menjalankan tugas dan jabatan sehari-hari, kelimanya juga akan melaksanakan tugas sebagai tim dalam mengambil langkah-langkah khusus dan penegakan hukum terhadap kasus yang berhubungan dengan Pilkada.

Baca: Ini Tips Kapolda Sulsel Agar Rumah Aman saat Mudik Lebaran

Menanggapi sprin wakapolri, Pengamat Politik Unibos Makassar, Arief Wicaksono, mengaku hal itu biasa-biasa saja. Menurutnya, itu standar pengamanan saja.

"Kalau dianggap Pilkada di Sulsel ini rawan konflik, saya kira itu berlebihan barangkali. Meskipun dalam beberapa waktu ini, memang sudah terlihat dinamika di beberapa daerah, tapi dengan menurunkan saja perwira menengah saya kira sudah cukup," tegas Arief, Senin (12/6/2018).

"Tapi bisa jadi Jakarta melihat hal yang lain sehingga Mabes Polri mengirimkan beberapa pati sekaligus untuk memonitor Pilkada di Sulsel," jelas Dekan Fisipol Unibos Makassar itu.

Baca: Pemudik Diminta Waspada Titik Rawan Longsor di Sulsel

Arief menajelaskan, jika persepektif Mabes Polri yang dipakai, maka apa yang dikhatirkan selama ini bisa jadi terjadi.

"Saran saya agar tetap menggunakan perspektif di Sulsel dalam melihat peluang atau potensi masalahnya. Karena sebagai orang Sulsel, saya kira tidak ada yang rela melihat wilayahnya berkonflik hanya karena pilkada," ujar Arief.

"Saran kedua saya, sosialisasi pilkada damai harus tetus digaungkan sebagai upaya mencipta kondisi kondusif, aman, nyaman, dan tentram, sehingga keamanan dan ketertiban akan terus terjaga," ungkap Arief.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help