Soal Kasus Ujaran Kebencian Ome, Panwaslu Palopo: Tak Penuhi Unsur

Pihak kejaksaan menganggap bahwa laporan tersebut tidak memenuhi unsur dan masih banyak lagi yang harus dilengkapi.

Soal Kasus Ujaran Kebencian Ome, Panwaslu Palopo: Tak Penuhi Unsur
hamdan soeharto/tribunpalopo.com
Wawali Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud 

Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Soeharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Laporan warga Palopo atas kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh calon Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud telah daluwarsa.

Anggota Panwaslu Kota Palopo, Asbudi mengatakan sebelumnya laporan itu sudah dalam tahap penyidikan, bahkan sudah P18 di Kejaksaan Negeri Kota Palopo.

Namun, pihak kejaksaan menganggap bahwa laporan tersebut tidak memenuhi unsur dan masih banyak lagi yang harus dilengkapi.

"Sudah P18 dikejaksaan, namun berkas dikembalikan untuk dilengkapi kembali. Namun karena waktu yang mengikat, penyidik belum mampu melengkapi apa yang menjadi keinginan Kejaksaan," katanya.

Dikatakan, dalam menangani laporan tersebut, pihak Gakumdu telah berusaha secara maksimal, bahkan menghadirkan tiga pendapat ahli yang kemudian menjadi salah satu rujukan.

Baca: Ome Bisa Undang Warga Palopo Buka Puasa Bersama Pekan Depan

Baca: Polda Sulsel Ambil Alih Dugaan Ujaran Kebencian di Sidrap

Pihaknya juga telah memanggil sejumlah saksi dari pelapor maupun terlapor untuk menyelesaikan laporan tersebut.

"Jadi berkas dikirim ke kejaksaan kemudian kembalikan, tiga hari dikirim lagi, lalu dikembalikan dan tidak cukup waktu untuk melengkapi lalu daluwarsa," katanya.

Asbudi juga menyebut, ada tiga alasan Kejaksaan Negeri Palopo untuk mengembalikan berkas perkara tersebut.

"Ada tiga pendapat kejaksaan kenapa kasus itu tidak memenuhi unsur. Pertama unsur dari sengaja melakukan tidak terpenuhi, unsur melanggar tindakan kampanye tidak terpenuhi (bukan dalam keadaan kampanye), unsur fitnah tidak terpenuhi, tidak menyebut nama, puskesmas mana dan daerah mana serta instansi yang mana," jelasnya.

Sekadar diketahui, sebelum warga Palopo yang dirahasiakan identitasnya, melaporkan Akhmad Syarifuddin Daud ke Panwaslu.

Pelapor menganggap Ome sapaan akrab Akhmad Syarifuddin Daud telah melakukan ujaran kebencian dan memfitnah Dinas Kesehatan Palopo yang menyalurkan obat kadaluwarsa ke Puskesmas.(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help