Rajab Terbitkan Buku Berjudul Corat-Coret di Kaki Langit, Begini Ceritanya

Boleh dibilang Muhammad Rajab menjadi sosok wakil rakyat istimewa karena mampu memanifestokan keresahan hidup yang lewat sebuah karya tulisan.

Rajab Terbitkan Buku Berjudul Corat-Coret di Kaki Langit, Begini Ceritanya
HANDOVER
Muhammad Rajab 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Namanya Muhammad Rajab, seorang wakil rakyat yang punya segudang kesibukan berdialektika demi kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat di Sulawesi Selatan.

Boleh dibilang Muhammad Rajab menjadi sosok wakil rakyat istimewa karena mampu memanifestokan keresahan hidup yang lewat sebuah karya tulisan.

Dengan sentuhan tangan dan imajinya, Rajab memulai menulis dan menghasilkan buku pertamanya berjudul "Dasi Sang Presiden", dengan tebal 308 halaman yang memuat berbagai macam tema seperti agama, sosial, politik, dan pemerintahan.

Setelah dilaunching, buku tersebut berhasil menyita perhatian publik, dan kali ini, Politikus Partai Nasdem Sulawesi Selatan itu kembali akan merilis buku dengan judul "Corat-Coret di Kaki Langit dan Esai-Esai Lainnya".

Sebuah esai keresahan hidup yang dikumpulkannya mulai tahun 2016 lalu.

Baca: M Rajab Buka Puasa Bersama Kerabat di Masamba

"Dalam tingkatan dan kedudukan apapun dalam hidup ini, masalah akan senantiasa datang silih berganti. Jika kita hidup dalam balutan kemiskinan, tentu saja masalah yang dihadapi seputar pemenuhan kebutuhan hidup," demikian kutipan Rajab dalam buku Corat-Coret di Kaki Langit dan Esai-Esai Lainnya, Senin (11/6/2018).

"Sementara ketika kita hidup berkecukupan harta. Masalah hubungan kekerabatan, ataukah masalah utang piutang yang akan datang menghampiri. Jadi tidak ada manusia yang terbebas dari masalah," ucapnya menambahkan.

M Rajab mengungkapkan, tulisan esainya yang terkumpul dalam buku Corat-Coret di Kaki Langit dan Esai-Esai Lainnya, adalah sebagian besar ia tulis kisaran tahun 2016 yang lalu.

Setahun lebih mengendap. Tapi, air yang diendapkan itu secara perlahan bisa memisahkan air dan lumpur yang menyertainya.

Baca: Rajab Sebut Perda Nomor 4 Tahun 2014 Cara Negara Lindungi Petani

"Menulis dengan ragam aktivitas seperti ini memang sangat sulit untuk dilakoni. Selain karena faktor sulitnya menemukan ide, faktor yang lain adalah tidak mudahnya mood untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan," ungkap Rajab.

Dalam buku kedua itu, juga termaktub pandangan Ketua Garda Wanita Partai Nasdem Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi.

Cicu sapaan akrabnya, menilai bahwa buka kedua dari M Rajab tak sekedar corat-coret.

"Ini ibarat membaca pengalaman dari seorang insan yang telah banyak mendulang inti sari dari kehidupan. Ketika zaman banyak bertumpu kepada peredaran informasi yang begitu cepat, Kakak Rajab lebih memilih tulisan sebagai alat rekamnya." ucap Cicu.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help