Dari Hasil Kebun Jeruk, Petani Ini Sukses Antar Anak Jadi Polisi

Selama menjadi petani jeruk, Pattaraking harus berjalan kaki selama tiga kilometer menuju kebunnya

Dari Hasil Kebun Jeruk, Petani Ini Sukses Antar Anak Jadi Polisi
nurwahidah
Pemilik kebun jeruk Selayar Pattakaring. 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BONTOMATENE- Setiap orangtua ingin melihat anak-anaknya sukses.   Tak terkecuali pemilik kebun jeruk Selayar Pattakaring ( 60), anaknya daftar polisi dari hasil penjualan buah jeruk.

"Alhamdulillah saat itu anak saya mendaftar polisi dan lulus. Untuk uangnya saya gunakan dari hasil penjualan jeruk yang salama ini ditabung," kata Pattakaring saat ditemui Tribunselayar.com, Minggu (10/6/2018),  di Desa Honto, Kecamatan Benteng, Kepulauan Selayar.

Selama menjadi petani jeruk, Pattaraking harus berjalan kaki selama tiga kilometer menuju kebunnya. Dari hasil kebunnya tersebut, ia membiayai kebutuhan sehari-hari di rumah dan kebuhan anak.

Pattakaring mengaku emiliki empat kebun jeruk yang ditanami 500 pohon jeruk.

"Awalnya saya menanam 500 pohon jeruk, berkesinambungan hingga menjadi 1000 pohon jeruk," katanya.

Ia membeberkan bahwa rahasia agar jeruk miliknya berbuah banyak maka menggunakan pupuk kandang (kuda).

"Untuk harga  satu kebun jeruk, saya jual khusus buah jeruknya kepada pembeli seharga  Rp 20 sampai 40 juta. Untuk eceran Rp 1000 sampai 2000 ribu rupiah per jeruk,"tuturnya.

Penulis: Nurwahidah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help