Home »

Bisnis

» Mikro

Ramadan 1439 H

Gurihnya Bisnis Kue Kering Lebaran ala Dapur Mama Do

Kue kering yang diproduksi memiliki beragam varian rasa. Sebut saja nastar keju, nastar iris, coklat mede

Gurihnya Bisnis Kue Kering Lebaran ala Dapur Mama Do
handover
Kue kering ala Dapur Mama Do 

Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kue lebaran menjadi penganan yang tak pernah ketinggalan saat momen hari raya Idul Fitri tiba. Seolah menjadi budaya, saat perayaan lebaran, berbagai kue kering nan gurih seperti nastar, kastangel, putri salju, maupun cookies menghiasi meja ruang tamu.

Gurihnya penganan tersebut berbanding lurus dengan peluang bisnis yang menggiurkan bagi pelaku industri kuliner.Termasuk ibu muda bernama Yuli Stella.

Perempuan kelahiran Makassar ini menawarkan beragam kue kering sejak 2015 silam. Kue kering yang diproduksi memiliki beragam varian rasa. Sebut saja nastar keju, nastar iris, coklat mede, coklat dollar, coklat almond, kastangel, putri salju.

"Saya memulai bisnis kue kering dan beragam olahan makanan lainnya sejak 2015 silam. Nama produknya Dapur Mama Do. Kami memasarkan produk di sekitar Maros, Makassar dan ke luar daerah," ungkap Yuli ke Tribun Timur, Minggu (10/6/2018).

Dipaparkan Yuli, produk kue keringnya banyak disukai pelanggan lantaran memiliki cita rasa yang lezat, menggunakan bahan berkualitas, porsi banyak dan dibanderol dengan harga murah yakni Rp 70 ribu per toples.

Produk kue kering tersebut dipasarkan melalui akun jejaring media sosial Facebook dengan nama akun 'Yuli Stella De Grave'.

"Media sosial sangat membantu promosi dan pemasaran produk kami. Selama Ramadan, omzet yang diraih mencapai puluhan juta. Tahun ini, produk paling tinggi peminatnya adalah nastar iris dan nastar original," ujarnya.

Selain kue kering, di luar bulan Ramadan Yuli menawarkan beragam menu makanan seperti mie kering, nasi goreng dan lainnya.

Ia berharap, bidang usaha kuliner yang digelutinya dapat semakin berkembang ke depannya. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help