Beginilah Jika Sumarsono Kecewa Berat ke Wali Kota DP, 5 Pejabat Ini Harus Kerja Meski PNS Libur

Sikap Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang mencopot massal para camatnya menjadi perhatian khusus

Beginilah Jika Sumarsono Kecewa Berat ke Wali Kota DP, 5 Pejabat Ini Harus Kerja Meski PNS Libur
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto melantik pejabat baru sehari setelah aktif kembali sebagai wali kota, Jumat (8/5/2018). Danny batal maju Pilwali Makassar karena didiskualifikasi KPU setelah terbukti melakukan pelanggaran. 

Jufri Pabe (fraksi Hanura),

Sangkala Saddiko (fraksi PAN),

Muh Iqbal Abd Djalil (fraksi PKS),

Fasruddin Rusli (fraksi PPP) dan

Munir Mangkana (PDIP).

"Ini adalah untuk pertama kalinya DPRD Makassar secara resmi mengajukan mosi tidak percaya kepada Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto atas pelanggaran Undang-undang yang dilakukannya," ungkap Ketua Inisiator Hak Interpelasi, Syamsuddin Kadir di Gedung DPRD Makassar, berdasarkan rilis, Sabtu (9/6/2018).

Copot 15 Camat, DPRD Makassar Resmi Interpelasi Danny Pomanto, Bakal Berujung Pemberhentian ?
Copot 15 Camat, DPRD Makassar Resmi Interpelasi Danny Pomanto, Surat diserahkan kepada Ketua DPRD Makassar

SK akronim namanya menambahkan, persyaratan untuk mengajukan inisiasi hak angket, mosi tidak percaya dan sebagainya itu minimal punya tujuh anggota DPRD dari dua fraksi.

"Semuanya sudah melewati itu dan tadi kita sudah resmi menyerahkannya. Hak interpelasi penting bagi kita untuk mempertanyakan sikap wali kota. Jika DPRD tidak puasa dengan jawaban itu, bisa berujung pemberhentian," tambah Syamsuddin.

Menurut SK, dukungan agar hak interpelasi ini berjalan lancar akan bertambah terus. Menurutnya, ada beberapa teman-teman di dewan sudah mengkonfirmasi bahwa ia akan turut bertanda tangan. Termasuk ada dari anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Makassar.

"Sudah ada WA, tunggu saya pak SK saya akan bertandatangan. Yang kita mau pertanyakan kejadian luar biasa apa sehingga para camat diganti dan kita menganggap ini sesuatu yang luar biasa sehingga kita bertanya," jelasnya.

"Kami tidak benci dengan Danny Pomanto, tidak, bukan kesitu arahnya, kami hanya ingin bertanya ada hal apa sehingga semua camatnya diganti," tambahnya.

Danny Pomanto: Yang Tidak Netral Diganti

Wali Kota Makassar Danny Pomanto menegaskan mutasi camat adalah kewenangan wali kota. Alasan Danny mengganti camat karena terindikasi tidak netral.

"Penonaktifan ini mencakup camat yang tidak netral. Prinsipnya adalah kita akan melakukan penyegaran di seluruh kecamatan yang terindikasi tidak netral," kata Danny Pomanto kepada sejumlah wartawan, Selasa (5/6/2018).

Mutasi ini bukan keputusan pribadi. Tapi Wali Kota Danny menggelar sejumlah pertemuan sebelum memutuskan mutasi ini.

“Saya dengan Pak Sekda, BKPSDMD (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah), Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan Inspektorat, telah membicarakan tentang evaluasi kinerja-kinerja aparat, termasuk soal camat," kata Danny.

Keputusan penonaktifan camat, lanjut Danny, diambil berdasarkan kaidah-kaidah yang mengatur tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Yang tidak netral, dia harus menjalankan hukumannya dulu. Sementara untuk Plt, akan kita ambil dari pejabat yang posisinya paling dekat, yaitu sekretaris camat. Kecuali kalau ada sekretaris camat tidak mau, baru dicari yang lain," ungkapnya.

Penonaktifan camat, menurut Danny, merupakan langkah yang paling tepat untuk memperbaiki citra Pemkot Makassar.

Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk mengembalikan kinerja birokrasi yang kini kurang maksimal.(TRIBUN-TIMUR.COM)

Baca: Jika Wali Kota Danny Pomanto Ngotot Mutasi Camat, Ditaruh di Mana Muka Dirjen Otoda Kemendagri?

Baca: TERPOPULER: Bulan Puasa Bupati Nikahi Janda, Rahasia Nia Ramadhani, & Call Centre Grap Menipu

Baca: Menang Tipis 1-0, Ini 4 Fakta Laga PSM Makassar vs Persebaya Surabaya, No 3 Bikin Kagum

Baca: PSM 1 vs Persebaya 0, Hadiah Lebaran Idulfitri 1439 H untuk Suporter dari Laskar Pinisi

Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved