Bantah Tolak Pasien, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng: Sudah Sesuai SOP

Sultan membantah jika pasien tersebut tidak dilayani dengan cepat serta dialihkan dari peserta JKN KIS ke pasien umum.

Bantah Tolak Pasien, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng: Sudah Sesuai SOP
edi hermawan/tribunbantaeng.com
Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu, Sultan 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Manajemen RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng dituding menolak salah satu pasien saat ingin berobat, Darmawati (30).

Penolakan itu lantaran pasien Darmawati tak membawa surat rujukan saat ingin berobat, yang pada akhirnya membuat janin berusia empat bulan dalam kandungannya meninggal.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu, Sultan membantah jika pasien tersebut tidak dilayani dengan cepat serta dialihkan dari peserta JKN KIS ke pasien umum.

"Ini kesalahan komunikasi, karena pasien itu sudah ditangani oleh dokter spesialis kandungan dan dia tetap menggunakan layanan BPJS," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Minggu (10/6/2018).

Soal rujukan, Sultan menjelaskan bahwa saat datang ke RSUD, pasien masuk ke Poli Obgin sesuai aturan mempersyaratkan surat rujukan.

Baca: RSUD Prof Anwar Makkatutu Tolak Pasien, Warga Bantaeng Ini Harus Kehilangan Calon Bayinya

Baca: Muhammad Yasin Geram Gedung Lama RSUD Prof Anwar Makkatutu Disewakan Tanpa Regulasi

Tetapi karena tidak memiliki surat rujukan, makanya diarahkan untuk masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD).

"Jadi sangat tidak benar kalau dia bilang tidak dilayani, sampai-sampai hal ini dibuatkan status pada Facebook oleh keluarganya," tambahnya.

Dengan lengkap dia menjelaskan bahwa pasien datang pada 9 Juni 2018 ke Poli Obgin dan dilakukan pemeriksaan.

Tetapi dari hasil pemeriksaan USG kehamilan berusia 12 minggu itu didapati bunyi jantung bayi sudah tidak ada (DJJ).

"Hasil pemeriksaannya pun kami sampaikan kepada suami pasien, sehingga setelah itu kami beri pengantar agar pasien dirawat pada lantai empat RS agar kondisinya pulih," jelasnya.

Pada ruangan itu dia diberi penanganan, sehingga setelah diberi obat maka bayinya lahir dengan normal meski sudah dalam keadaan meninggal.

Selanjutnya akan dilanjutkan dengan tindakan kuretase untuk pembersihan yang akan dilakukan pada 10 Juni 2018.

"Sehingga kami sampaikan, bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan SOP dan panduan praktik klinik dokter spesialis kebidanan," tuturnya.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help