Survei Partai Hanura Rendah, Ilhamnsyah Mattalatta Minta Kader Lakukan Ini

Tak hanya itu, dia pun meminta kepada siapapun untuk tak ragu mendaftar di Partai Hanura.

Survei Partai Hanura Rendah, Ilhamnsyah Mattalatta Minta Kader Lakukan Ini
hasim/tribuntimur.com
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel, Ilhamnsyah Mattalatta mengungkap hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kediaman pribadi Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman (OSO) Sapta Odang, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel, Ilhamnsyah Mattalatta mengungkap hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di kediaman pribadi Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman (OSO) Sapta Odang, Jakarta.

Ia mengatakan, OSO meminta kepada kader untuk tidak berkecil hati dengan survei yang menempatkan Partai Hanura tidak lolos dalam parlementery trenshold (PT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sehingga, dia berharap, kader berjuang untuk Pilkada 2018.

"Kita harapkan seluruh jajaran partai Hanura untuk mensosialisasikan semaksimal mungkin kondisi partai Hanura di seluruh daerah karena partai non parlemen saja percaya diri kenapa kita tidak?" katanya, Sabtu (9/6/2018).

Tak hanya itu, dia pun meminta kepada siapapun untuk tak ragu mendaftar di Partai Hanura.

Baca: Ini Ultimatum OSO untuk Kader Hanura

"Seluruh jajaran partai dan tak terpengaruh dengan lembaga survei. Jangan ragu mendaftar! kami masih butuh kader wanita," katanya.

Sekretaris DPD Partai Hanura Sulsel, Affandy Agusman menekankan perlunya infrastruktur partai hingga ranting.

"Kita akan capai Bulan Agustus, pembentukan 100 persen ranting," katanya.

Ketua Bappilu Partai Hanura Sulsel, Imbar Ismail mengatakan batas akhir pendaftaran calon legislatif yakni
28 Juni 2018.

"Itu harus masuk semua secara online di DPP. Kami akan buka hingga 24 jam sehabis lebaran karena kami belum bisa menyeleksi," katanya.

Tim seleksi akan ada dari tim pakar dan mantan anggota DPRD.

"Kami tak menerima caleg mantan narapidana, Kami lebih awal seleksi karena itu sesuai dengan ketetapan KPU," katanya. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help