Pilkada Bantaeng 2018

Nurdin Abdullah Salam 2 Jari, Loyalisnya di Bantaeng Ancam Tarik Dukungan

Ketua Amya Community, Rusdi, mengatakan foto salam dua jari Nurdin Abdullah bersama salah satu calon Bupati Bantaeng

Nurdin Abdullah Salam 2 Jari, Loyalisnya di Bantaeng Ancam Tarik Dukungan
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Ketua Amya Community, Rusdi. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Beredarnya foto calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), salam dua jari untuk Pilkada Bantaeng ternyata berdampak buruk terhadap keikutsertaannya pada Pilgub Sulsel.

Atas foto itu, sejumlah loyalisnya mengancam akan menarik dukungannya di Pilgub Sulsel, salah satunya adalah mereka yang tergabung dalam komunitas Angkatan Muda Yayasan Al Falah (Amya).

Ketua Amya Community, Rusdi, mengatakan foto salam dua jari Nurdin Abdullah bersama salah satu calon Bupati Bantaeng menandakan jika NA tidak netral lagi di Pilkada Bantaeng.

Padahal, sebagai calon gubernur dan pamong di Bantaeng, seharusnya dia tetap netral di Pilkada Bantaeng.

Apalagi, pada beberapa media dia selalu menyampaikan sikap politiknya yang berada pada posisi netral untuk pertarungan Pilkada di Bantaeng.

"Sejak awal beliau sudah komitmen untuk tetap netral. Harusnya itu tetap dilakukan sampai Pilkada selesai," ujar Rusdi via rilis kepada TribunBantaeng.com, Sabtu (9/6/2018).

Dia mengaku memberikan waktu kepada NA selama 3x24 jam untuk menyatakan bukti dukungan serta netralitasnya secara terbuka di Pilkada Bantaeng.

"Jika tidak juga dilakukan, maka Amya Community menyatakan bakal menarik dukungan di Pilgub Sulsel," tuturnya.

Foto Nurdin Abdullah bersalam dua jari terekam saat dirinya mengadakan buka puasa bersama di kediaman pribadinya di kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Kamis 7 Juni 2018.

Dia mengacungkan salam dua jari bersama calon Bupati Bantaeng nomor urut dua, Andi Sugiarti Mangun Karim.

Hal itulah yang disayangkan oleh para relawannya, membuat posisi suara cagub yang belakangan dilabeli dengan gelar pembohong itu pun terancam di daerah yang dipimpinnya selama dua periode.

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help