Makam Syekh Yusuf di Banten Berangka 1570 -1580, di Makassar Lahir 1626

Makam Syekh Yusuf luar biasa luas. Apik dan megah.Kondisinya berbeda dengan Makam Syekh Yusuf Tuanta Salama di Katankan, Gowa

Makam Syekh Yusuf di Banten Berangka 1570 -1580, di Makassar Lahir 1626
dok.tribun
Dedi Alamsyah Mannaroi

Dedi Alamsyah Mannaroi
Kaum Komunitas Spiritual Jenariah
Melaporkan dari Banten

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Beberapa pekan lalu, saya menyempatkan diri untuk mencari tahu keberadaan alamat Makam Syekh Yusuf Tuanta Salama di wilayah Banten Lama, Provinsi Banten.

Allhamdulillah saya ditemani anak dari Iskandar Pasadjo, M Fajar. Perjalanan dari Tangerang Selatan ditempuh kurang lebih 100 kilometer dengan durasi perjalanan 1,5 jam. Bermodalkan "Panggilan Ruhani" dan Google Map. Kami pun tiba sebelum memasuki waktu Salat Lohor.

Alangkah takjubnya saya dan Fajar Pasadjo melihat kondisi Makam Syekh Yusuf yang luar biasa luas. Apik dan megah.Yang pasti kondisi makam itu berbeda dengan Makam Syekh Yusuf Tuanta Salama di Katankan, Gowa.

Kami disambut suara mengaji pria paruh baya dengan suara merdu bernuansa Sunda.

Setelah kami mengucapkan salam dan mengutarakan maksud kedatangan kami untuk ziarah, pria paruh baya yang ternyata kuncen di Makam Syekh Yusuf Tuanta Salama bertanya pada saya, "Jang (panggilan anak dalam bahasa Sunda) mau ditemani atau tidak ?"
Lalu saya menjawab, "Jika diperkenankan boleh kalau kami sendiri saja, Pak!"

Lalu Sang Kuncen pun mengantar saya ke dalam dan menunjukkan makam dan nisan Syekh Yusuf Tuanta Salama.

Seingat saya, ada tujuh makam dan Makam Syekh Yusuf Tuanta Salama ada di tengah. Sang Kuncen pun meninggalkan kami untuk melanjutkan kembali mengajinya. Setelah hampir 15 menit saya berziarah dan tafakkur di depan nisan Syekh Yusuf Tuanta Salama, saya pun keluar diikuti Fajar.

Kami pun duduk bergabung, Sang Kuncen pun menghentikan bacaan Qurannya. Sembari ngobrol pada saya. Kami menjelaskan bahwa kami datang dari Makassar.

Lalu perbincangan bertambah seru saat datang beberapa orang ngobrol bersama kami. Pertanyaannya menarik tertuju pada saya yang menanyakan soal tujuan saya berziarah dan jauh.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help