Polda Sulsel Agendakan Pemanggilan Belasan Anggota DPRD Makassar, Ada Apa?

Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, telah mengagendakan belasan anggota DPRD Kota Makassar untuk diperiksa.

Polda Sulsel Agendakan Pemanggilan Belasan Anggota DPRD Makassar, Ada Apa?
darul/tribuntimur.com
Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, telah mengagendakan belasan anggota DPRD Kota Makassar untuk diperiksa.

Agenda pemeriksaan ini mulai sejak, Kamis (7/6/2018). Soal laporan kasus dugaan pemotongan anggaran atau fee 30 persen dari SKPD dan Kecamatan.

Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengaku, timnya telah agendakan pemanggilan untuk pemeriksaan belasan anggota DPRD.

"Iya hari ini dipastikan untuk diperiksa, kemarin itu keliru. Hari ini ada lima orang anggota DPRD dulu yang kami perksa," ungkap Yudhiawan saat dikonfirmasi.

Maksud Kombes Yudhiawan, dia telah keliru karena sebelumnya lima anggota DPRD disebutkan diperiksa pada tanggal 6 Juni 2018, oleh tim penyidik Tipikor.

Namun, dari pantauan Tribun di gedung Ditreskrimsus, di lantai 2 markas Polda Sulsel nampaknya legislator yang masuk daftar pemeriksaan tak kunjung datang.

Kombes Yudhiawan menyebitkan, dia belum mengetahui apakah lima anggota DPRD yang dijadwalkan untuk diperiksa sudah memenuhi panggilan atau tidak.

"Saya belum tahu apa mereka penuhi panggilan atau tidak, tapi kami memang telah agendakan lima orang diperiksa, nanti hari selanjutnya lagi," jelasnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani menanggapi agenda pemanggilan dan pemeriksaan para anggota DPRD Kota tidak ada.

Kombes Dicky yang sementara masih berada di luar kota mengaku, belum ada agenda pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para anggota DPRD Makassar.

"Tidak ada agenda pemeriksaan atau pemanggilan terhadap anggota DPRD soal laporan itu, tim penyidik sepertinya masih membahas itu," ungkap Dicky.

Diketahui, pemeriksaan lima anggota DPRD Makassar ini soal laporan dugaan kasus pemotongan anggaran 30 persen di tiap SKPD dan Kecamatan.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help