Home »

Luwu

Pilgub Sulsel 2018

Berbasis Keumatan dan Prorakyat, Program NH-Aziz Dikagumi

Pasangan NH-Aziz dianggap sudah komplit sebab mengusung program yang disebut kesejahteraan dunia akhirat. 

Berbasis Keumatan dan Prorakyat, Program NH-Aziz Dikagumi
handover
Tokoh Agama Desa Boneposi Luwu, Opu Abdul Malik bersama Aziz Qahhar Mudzakkar.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz)  dinilai sebagai pasangan paling komplit menjawab permasalahan di Sulsel.

Selain mengusung program prorakyat, pasangan tersebut juga fokus merumuskan program berbasis keumatan.

Salah satu Tokoh Agama Desa Boneposi kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Opu Abdul Malik menegaskan, dukungannya di pilgub Sulsel kali ini tidak akan pernah berubah dan tetap memilih pasangan NH-Aziz.

Terlebih visi dan misi keumatan dianggap mencerahkan umat di tengah pengaruh modernisasi yang semakin menjamur.

"Aziz Qahhar itu anak saya jadi tidak mungkin saya mau berbelok ke orang lain. Beliau sosok yang sederhana yang selalu dekat dengan masyarakat kecil," tuturnya via rilis yang diterima tribun-timur.com, Rabu (6/6/2018).

Baca: Tokoh Balangnipa Akui Program NH-Aziz Realistis dan Dibutuhkan Warga Sulsel

Baca: Tetap Solid, Ketua Tim Solata: InsyaAllah Luwu Raya Menangkan NH-Aziz

Opu Abdul Malik menilai, masyarakat saat ini tidak hanya bisa mengandalkan kecerdasan intelektual saja tanpa diimbangi dengan kecerdasan spiritual.

Oleh karena itu, pasangan NH-Aziz dianggap sudah komplit sebab mengusung program yang disebut kesejahteraan dunia akhirat. 

"Saya percaya bahwa di Kecamatan Latimojong ini NH-Aziz akan menang karena hampir semua orang di sini sudah mengenal Aziz Qahhar dan merupakan kerabat beliau maupun istrinya. Kami siap memenangkan kembali beliau," ungkapnya.

Perhatian NH-Aziz terhadap pendidikan agama yang jarang dicanangkan oleh kandidat lain menjadi kekuatan tersendiri bagi pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut.

Hal ini dinilai sangat istimewa mengingat NH-Aziz berjanji akan menaikkan insentif pekerja mulia seperti imam masjid di desa dan guru mengaji.

Selain kenaikan insentif, NH-Aziz juga berjanji akan memperbaiki fasilitas WC dan tempat wudhu di masjid serta membangun satu rumah Alquran di setiap kampung. Program keumatan ini diyakini mampu melahirkan masyarakat khususnya generasi religius di Sulsel.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help