236 Personel Gabungan Operasi Ketupat 2018 di Luwu Timur

Adapun Operasi Ketupat tahun ini akan berlangsung selama 18 hari dari 7 hingga 24 Juni 2018.

236 Personel Gabungan Operasi Ketupat 2018 di Luwu Timur
HANDOVER
suasana apel gelar pasukan Ops Ketupat 2018 di Halaman Mapolres Luwu Timur, Jl Andi Djemma, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Rabu (6/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Sebanyak 236 personil gabungan diturunkan dalam Operasi Ketupat 2018 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Personil terdiri dari 124 polisi gabungan Polsek dan Polres Luwu Timur, 16 anggota TNI, 16 anggota Satpol PP, 16 anggota Damkar.

Selain itu, 16 anggota Pramuka, 16 petugas Dinas Kesehatan Luwu Timur, 16 anggota Senkom dan 16 pegawai Dinas Perhubungan Luwu Timur.

Itu terungkap dalam apel gelar pasukan di Halaman Mapolres Luwu Timur, Jl Andi Djemma, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Rabu (6/6/2018).

Adapun Operasi Ketupat tahun ini akan berlangsung selama 18 hari dari 7 hingga 24 Juni 2018.

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengatakan ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai yakni masalah stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Selain itu, kelancaran dan keselamatan arus mudik dan lebaran Idulfitri.

"Termasuk potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas serta ancaman tindak pidana terorisme," kata Husler membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Husler juga mengapresiasi personil pengamanan yang sudah bekerja keras hingga umat Islam bisa melaksanakan ibadah puasa dalam suasana kondusif.

Kegiatan bertema 'Melalui Apel Gelar Pasukan Kita Tingkatkan Sinergitas Polri dan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1439 H".

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help