Dekan FTI UMI Zakir Sabara: Jangan Sebut Kampus Kami Radikal

Universitas Muslim Indonesia (UMI), perguruan tinggi Islam swasta tertua dan terbesar di kawasan timur Indonesia.

Dekan FTI UMI Zakir Sabara: Jangan Sebut Kampus Kami Radikal
DOK FTI UMI
Sispa Dieni Norwana dan Damaris Soma (duduk di depan) saat foto bareng dengan Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata. Mereka akan diwisuda pada bulan ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Muslim Indonesia (UMI), perguruan tinggi Islam swasta tertua dan terbesar di kawasan timur Indonesia.

Melihat dari namanya, persepsi yang mungkin akan muncul bagi mayoritas kalangan adalah perguan tinggi tersebut hanya membina mahasiswa beragama Islam atau Muslim.

Namun, jika persepsi mayoritas kalangan demikian, sepertinya kini perlu diluruskan.

Walaupun berlabel perguruan tinggi Islam, namun UMI kini membina mahasiswa non-Muslim.

Buktinya, Sispa Dieni Norwana dan Damaris Soma, 2 mahasiswa non-Muslim dari Jurusan Teknik Kimia pada Fakultas Teknologi Industri (FTI) akan segera diwisuda, akhir Juni 2018.

Sispa Dieni Norwana dan Damaris Soma (kiri dan kanan) saat foto bareng dengan Dekan FTI UMI, Zakir Sabara. Mereka akan diwisuda pada bulan ini.
Sispa Dieni Norwana dan Damaris Soma (kiri dan kanan) saat foto bareng dengan Dekan FTI UMI, Zakir Sabara. Mereka akan diwisuda pada bulan ini. (DOK FTI UMI)

Namun, Sispa dan Damaris bukanlah mahasiswi non-Muslim pertama yang dibina FTI UMI.

Sejak tahun 2007 atau sudah 11 tahun FTI UMI membina mahasiswa non-Muslim hingga meyandang gelar sarjana.

Selain itu, kini ada pula 2 mahasiswa asing dari Université Savoie Mont Blanc, Perancis bernama Marius Rondel dan Clement Recurt sedang menimba menimba ilmu di kampus FTI UMI.

Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata ASEAN Eng (tengah, memakai kemeja putih) foto bareng dengan 2 mahasiswa dari Université Savoie Mont Blanc, Marius Rondel dan Clement Recurt (memakai peci nasional) di kampus FTI UMI.
Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata ASEAN Eng (tengah, memakai kemeja putih) foto bareng dengan 2 mahasiswa dari Université Savoie Mont Blanc, Marius Rondel dan Clement Recurt (memakai peci nasional) di kampus FTI UMI. (DOK FTI UMI)

Nah, bagi Sispa dan Damaris, sudah sekitar 20 bulan kedua perempuan asal Toraja tersebut menimba ilmu susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi bersama dengan mayoritas rekan berbeda agama dan keyakinan dengan dirinya.

Namun, menjadi minoritas bukanlah penghalang bagi dirinya untuk menimba ilmu.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help