Nur Salim Ismail: KH Nasruddin Rahim Sosok Ulama Moderat

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RSUD Polman, Kiyai yang dikenal kharismatik dan memiliki humor yang tinggi dalam semasa hidupnya

Nur Salim Ismail: KH Nasruddin Rahim Sosok Ulama Moderat
nurhadi/tribunsulbar.com
KH. Nasruddin Rahim saat membawakan ceramah pada malam ke-9 Ramadan di Masjid Rimuku Mamuju. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pengasuh Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga Majene, KH. Nasruddin Rahim, mengakhiri perjalanan panjang hidupnya dalam misi syiar Agama Islam.

KH. Nasruddin Rahim, menghembuskan napas terakhir pada, Minggu (3/6) jelang buka puasa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman, setelah menjalani perawatan selama tiga hari.

Almarhum menjalani perawatan karena tiba-tiba jatuh sakit sepulang membawakan ceramah di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, hingga akhirnya beliau meninggal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter RSUD Polman, Kiyai yang dikenal kharismatik dan memiliki humor yang tinggi dalam semasa hidupnya, berpulang ke haribaan sang ilahi karena menderita penyakit penyempitan pembuluh darah di otak.

Siang tadi, Senin (4/6/2018) jenazah Almarhum dikebumikan di kampung halamannya Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, usai Salat Duhur.

Salah seorang santrinya, Ustaz Nur Salim Ismail, yang dikenal begitu dekat dengannya mengungkapkan, KH. Nasaruddin Rahim, merupakan sosok ulama moderat, yang mengedepankan adab dari pada segalanya dalam menyebarkan syiar agama.

"Beliau memilih berdakwah dengan tema persatuan, perdamaian dan akhlakul karimah.

Maka tak heran Almarhum pernah didaulat menjadi salah satu perceramah dalam proses rekonsiliasi konflik Aralle, Mambi dan Tabulahan di Kabupaten Mamasa,"kata Nur Salim kepada TribunSulbar.com, Senin (4/6/2018).

Nur Salim juga mengungkapkan, Almarhum KH. Nasruddin Rahim merupakan sosok ulama yang memilih zona kultural dari pada struktural dalam mengemban misi dakwah.

"Pak Kiyai adalah sosok panutan dalam hidup kami, merupakan ulama yang tetap memilih jalan dakwah di pelosok desa, kampung dan dusun,"ujar Nur Salim.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help