Meningkat, Segini Pendapatan Per Kapita Warga Sidrap

Kepala BPS Sidrap, Misbahuddin, mengatakan kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan tahun 2016 yakni sebesar Rp 37,38 juta.

Meningkat, Segini Pendapatan Per Kapita Warga Sidrap
amiruddin/tribunsidrap.com
Bupati Sidrap, Rusdi Masse (RMS) 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, PANCA RIJANG - Bupati Sidrap, Rusdi Masse (RMS) Selain mampu membawa daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo sebagai lumbung beras, plus angka kemiskinan paling rendah di Sulsel, juga mampu mendongkrak angka pendapatan per kapita masyarakatnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sidrap, ternyata untuk akhir 2017, Sidrap mencatatkan peningkatan pendapatan per kapita sebesar Rp 40,39 juta per tahun. Dengan angka tersebut, maka jika dirata-ratakan tiap penduduk di Sidrap kini memiliki pendapatan sebesar Rp 3,36 juta per bulan.

Kepala BPS Sidrap, Misbahuddin, mengatakan kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan tahun 2016 yakni sebesar Rp 37,38 juta.

“Ini fantastis karena berdasarkan RPJMD Sidrap, pendapatan per kapita pada 2018 ini itu dipatok Rp 30 juta. Ini sudah melebihi atau sudah sur plus Rp 10 juta lebih,” kata Misbahuddin via rilis Kabid PSDI Diskominfo Sidrap, Sultan Rakib, Senin (4/6/2018).

Sekadar diketahui, pendapatan per kapita penduduk Sidrap sejak 2009 di tangan RMS terus mengalami peningkatan.

Untuk 2009 pendapat per kapita Sidrap Rp 11,6 juta, 2010 naik menjadi Rp 12,3 juta, 2011 menjadi Rp 15,3 juta, 2012 menjadi Rp 17,7 juta. Lalu pada tahun 2013 naik menjadi Rp 19.9 juta.

Pada tahun 2014, naik drastis menjadi Rp 30 juta lebih. 2015 menjadi Rp 35 juta dan Rp 37 juta pada 2016. “Selanjutnya data terbaru 2017, pendapatan per kapita Sidrap mencapai Rp 40,3 juta,” ujarnya.

Peningkatan pendapatan per kapita Sidrap ini mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Betapa tidak, pemerataan pembangunan dan pendapatan sangat jelas. Hal ini diperkuat dengan tingkat gini ratio atau ketimpangan sosial ekonomi di Sidrap sangat rendah.

Bupati Sidrap H Rusdi Masse mengatakan, semua ini terjadi karena komitmen pemerintah dalam merealisasikan program pro rakyat. Belanja pembangunan lebih tinggi dibanding dengan belanja rutin.

“Ketimpangan hidup di kota dan pedesaan juga tidak ada, semua rata. Jadi memang gini ratio kita di Sidrap rendah,” ujar RMS.

Dibandingkan dengan kabupaten lain, seperti Gowa, Bantaeng, Barru dan lain lain masih di bawah angka Ro 40 juta.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved