Refleksi Ramadan

REFLEKSI RAMADAN (17): Bacalah Al-Quran Seolah-olah Ia Diturunkan Kepadamu!

Selain menamatkan Al Quran, seseorang sebaiknya juga menamatkan membaca kitab terjemahannya

REFLEKSI RAMADAN (17): Bacalah Al-Quran Seolah-olah Ia Diturunkan Kepadamu!
dok.tribun
Wahyuddin Halim 

Oleh
Wahyuddin Halim
Antropolog Agama UINAM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tradisi di Indonesia, setiap malam ke-17 Ramadan diperingati Nuzulul Quran dalam beragam seremoni. Umumnya mendengarkan ceramah tentang peristiwa turunnya Al-Quran di masjid sebelum salat tarawih.

Selama Ramadan, masyarakat Muslim Indonesia terlihat lebih giat membaca Al-Quran. Mereka tahu, membaca Al-Quran termasuk amalan yang dilipatgandakan pahalanya di bulan itu. Bagi kaum Muslim non-Arab, ketidaktahuan berbahasa Arab bukan penghalang membaca Al-Quran sebagai bagian dari ritual agama.

Tidak jarang, cetakan Al-Quran dalam beragam ukuran hanya punya peluang keluar dari rak-rak buku di bulan Ramadan.

Kecuali bagi para pengkaji Al-Quran, pembaca (qari), penghafal (hafidz), santri dan murid taman pengajian Al-Quran, banyak orang hanya menjadikan Al-Quran sebagai bacaan musiman, bukan bacaan harian.

Bagi sebagian Muslim, ayat-ayat Al-Quran lebih berfungsi sebagai hafalan doa-doa penolak bala, pemurah rezeki, atau azimat. Bukan pedoman aktual atau manual lengkap untuk meraih keselamatan dan kesejahteraan dalam hidup.

Tentu, juga menjadi ornamen berupa lukisan atau ukiran kaligrafi di dinding masjid, rumah dan kantor. Selain para penghafal, banyak orang yang mampu menamatkan membaca Al-Quran minimal tiga kali selama Ramadan.

Namun, selain memperoleh pahala, mungkin juga ketenteraman jiwa, apa fungsi lain membaca Al-Quran bagi mereka yang tidak mampu memahami maknanya dalam Bahasa Arab? Bagi mereka ini, mungkin perlu mengikuti saran seorang ulama dari Wajo.

Selain menamatkan membaca Al-Quran selama Ramadan, seseorang sebaiknya juga menamatkan membaca kitab terjemahannya. Dengan begitu, kata beliau, seseorang akan memiliki pemaknaan utuh dan kesan personal tentang Al-Qur’an.

Suatu paradoks, kaum Muslim mengaku sangat menghormati dan mencintai kitab suci mereka tapi hanya sedikit yang berusaha memahaminya, termasuk lewat terjemahan.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help