Pilwali Makassar 2018

Praktisi Hukum: Jangan Samakan Pak Danny dengan Kolom Kosong

Danny itu orang yang cerdas dan inovatif, paling tidak walaupun ke depan dia tidak menjabat sebagai wali kota tapi pasti akan selalu dibutuhkan.

Praktisi Hukum: Jangan Samakan Pak Danny dengan Kolom Kosong
HANDOVER
Praktisi Hukum Makassar Andi Arif Swastiana SH MKn

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Praktisi Hukum Makassar Andi Arif Swastiana SH MKn menyayangkan sikap pihak yang menyamakan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, dengan kolom kosong.

"Mengidentikan seorang pejabat yg inovatif dan punya banyak penghargaan seperti Pak Danny dengan kolom kosong sangat memprihatinkan, kasihan Pak Danny disamakan dengan kolom kosong...kodong...janganlah," kata Arif melalui rilisnya kepada TribunTimur.com, Minggu (3/6/2018).

Ia mengatakan, Danny itu orang yang cerdas dan inovatif, paling tidak walaupun ke depan dia tidak menjabat sebagai wali kota tapi pasti akan selalu dibutuhkan.

"Karena beliau adalah praktisi di bidang keilmuannya, beliau konsultan perencanaan hebat, jangan di identikkan dengan sesuatu yang " kosong" sangat naif dan sangat tidak berbobot," katanya.

Baca: Ada yang Ingin Sosialisasikan Kotak Kosong, Ini Kata Appi

Ia menganggap kata kosong itu bermakna buruk.

"Seperti otak kosong atau kantong kosong, kan tidak punya masa depan, janganlah kasihan beliau. Mari kita menghargai beliau sebagai sosok profesional yang punya dedikasi yang tinggi untuk pembangunan Kota Makasssar," ujar Andi Arif.

Dia menyebut orang-orang yang mengidentikkan danny pomanto sebagai kolom kosong sangat tidak berdasar dan kesannya sangat sakit hati.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help