Delapan Jaksa Tangani Kasus Kepala Unit UPTD BPLP Disperindag Sulsel

Kasus ini dilimpkahkan setelah berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Peneliti.

Delapan Jaksa Tangani Kasus Kepala Unit UPTD BPLP Disperindag Sulsel
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Kepala UPTD BPLP Dinas Perdagangan Sulsel, Nur Asikin digiring penyidik ke Rutan Polda Sulsel, Kamis (8/2/2018). Memakai baju tahanan Rutan, warna orange tua. Nur Asikin, tersangka kasus OTT oleh Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda, digiring ke Rutan Mapolda. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Negeri Makassar telah melimpahkan kasus dugaan korupsi yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Kepolisian Daerah Sulsel ke Pengadilan.

Berkas itu adalah milik tersangka Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP), Disperindag Sulsel, Nur Asikin.

"Kemarin (Kamis 31/05) berkas sudah dilimpahkan ke Pengadilan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Helmi kepada Tribun, Jumat (01/05/2018).

Kasus ini dilimpkahkan setelah berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Peneliti. " Untuk jadwalnya kami belum ketahui, karena kami baru saja kami limpahkan," kata Andi Helmi.

Ia menambahkan untuk menanganan pekara Nur Asikin, pihaknya telah menunjuk delapan orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara selama proses persidangan.

"Delapan JPU itu sebagian dari Kejati dan kami dari Kejari Makassar," ujarnya.

Nur Asikin ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tim Kepolisian Daerah Sulsel. Nur Asikin tak sendiri. Ia bersama
Malik Arif, salah satu rekanan proyek yang terjarinh OTT.

OTT ini dilakukan setelah tim terima laporan dugaan adanya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat Asikin dan Malik terjadi di UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP) Perdagangan.

Ketika tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda melakukan OTT berhasil temukan uang 350 juta dan diruangan terpisah, ditemukan 83,600 juta rupiah.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help