Mahasiswa UMI Dilarang Merokok di Kampus

Rektor dua periode ini berharap setelah MoU tersebut, akan dilakukan pengawasan serta penunjukan lokasi khusus kawasan asap rokok.

Mahasiswa UMI Dilarang Merokok di Kampus
munawwarah/tribuntimur.com
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Hasanuddin Centre for Tobacco Control and NCO Prevention. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Hasanuddin Centre for Tobacco Control and NCO Prevention.

Penandatanganan dilakukan Rektor Rektor UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar dan Director of Hasanuddin Contact, Prof Alimin Maidin di Lantai 9 Menara UMI.

"MoU UMI bersma Hasanudin Contact terkait pencegahan merokok khusus di lingkungan kampus," kata Rektor UMI Makassar Prof Masrurah Mokhtar dalam siaran persnya, Kamis (31/5/2018).

Rektor dua periode ini berharap setelah MoU tersebut, akan dilakukan pengawasan serta penunjukan lokasi khusus kawasan asap rokok. Langkah tersebut kata Prof Masrurah sebagai upaya melindungi masa depan generasi dari perokok yang kian massif dan pasif.

"Selanjutnya kita akan massifkan sosialisasi untuk bebas rokok agar generasi muda terselamatkan," tambah Masrurah.

MoU kedua lembaga pendidikan ini dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang Kesehatan Masyarakat. Khususnya dalam penyelenggaraan pendampingan implementasi Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa rokok, pengendalian dan promosi iklan rokok.

"Ini MoU tujuannya untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kawasan tanpa rokok KTR di lingkungan perguruan tinggi dalam program tabacco free campus,"tambah Rektor yang Juni nanti berakhir masa jabatannya.

Selain itu, untuk mengimplementasikan peraturan daerah tentang KTR untuk semua tempat umum di kota Makassar yaitu tempat kerja, fasilitas layanan kesehatan, institusi pendidikan, taman bermain anak, rumah ibadah, dan kenderaan umum paling tidak mencapai 85 persen tingkat kepatuhan pada 2019.

MoU ini juga dirangkaikan dengan silaturrahmi pengurus dan anggota Asosiasi Professor Indonesia Sulsel, Asosiasi Dosen Indonesia Sulsel dan APTISI Wilayah IX A.

Halaman
12
Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help