Home »

Gowa

Pungli di Lokasi Car Free Day Gowa, Jukir Wanita Ini Ngaku Disuruh Pejabat

Hasil penyidikan, jelas Shinto, tidak ada dasar hukum yang mengatur tentang adanya pungutan bagi pedagang di CFD.

Pungli di Lokasi Car Free Day Gowa, Jukir Wanita Ini Ngaku Disuruh Pejabat
waode nurmin/tribungowa.com
Tim Saber Pungli Polres Gowa menangkap oknum tukang parkir berinisial LB (36), karena kedapatan melakukan pungutan liar di kawasan Car Free Day (CFD) Gowa, sekitar Lapangan Syekh Yusuf. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Tim Saber Pungli Polres Gowa menangkap oknum tukang parkir berinisial LB (36), karena kedapatan melakukan pungutan liar di kawasan Car Free Day (CFD) Gowa, sekitar Lapangan Syekh Yusuf.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, saat merilis kasus tersebut mengatakan jika LB ditangkap saat sedang beraksi di kawasan CFD, Minggu (27/5)/18 kemarin.

"Dari informasi yang kita dapat, jika yang bersangkutan meminta bayaran kepada pedagang yang berjualan di CFD tersebut tanpa ada karcis retribusi dari pemerintah setempat. Kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per pedagang," ujarnya, Selasa (29/5/18).

Dari tangan oknum jukir wanita tersebut, polisi menyita uang Rp 2.229.300 hasil pungutan liar.

Hasil penyidikan, jelas Shinto, tidak ada dasar hukum yang mengatur tentang adanya pungutan bagi pedagang di CFD.

"Kami tidak temukan dasar hukum peraturan daerah setempat tentang diperbolehkannya pengutipan uang kepada pedagang yang jualan di car free day," katanya lagi.

Sementara itu LB dihadapan media mengaku jika dia hanya disuruh oleh oknum pegawai di Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Gowa.

"Saya cuma disuruh untuk memungut pak, dan saya menyetor ke orang itu (oknum di Bidang Kebersihan) dia salah satu kepala seksi. Tapi dia suruh orangnya ambil ke saya," kata LB di Mako Polres Gowa.

Dari pungutan tersebut dia bisa memperoleh hingga jutaan rupiah setelah dipotong dari setoran ke dinas.

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut dia lakukan sudah kurang lebih sekitar lima tahun. Dan dari tiap pungutan tersebut dirinya mendapatkan sekitar satu juta.

"Setiap lapak dipungut sepuluh ribu. Dari situ saya dapat Rp 1 juta lebih dan tukang sapu Rp 75 ribu," jelasnya.

Kini perempuan itu harus mendekam di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan yang disertai dengan ancaman kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 Tahun.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help