Pilwali Parepare

Merasa Terus Dizalimi, FAS Mengaku Tak Pernah Dendam

Rentetan kebijakan dan insiden yang melukai hati FAS dan loyalisnya, terjadi selama masa-masa kelam pecah kongsi.

Merasa Terus Dizalimi, FAS Mengaku Tak Pernah Dendam
mulyadi/tribunparepare.com
Calon Wali Kota Parepare, Faisal Andi Sapada 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM,PAREPARE- Empat tahun tak dilibatkan dalam pemerintahan incumbent Taufan Pawe (TP), tentu bukan masa yang singkat.

Padahal, tak ada yang mampu menyangkal besarnya sumbangsih Faisal Andi Sapada dan loyalisnya dalam kemenangan TP-Fas pada Pilwalkot 2013 lalu.

Rentetan kebijakan dan insiden yang melukai hati FAS dan loyalisnya, terjadi selama masa-masa kelam pecah kongsi.

"Tidak banyak orang yang mampu bersabar bertahun-tahun dengan situasi seperti itu," demikian kata mantan Ketua Tim TP-FAS, .Rahman Mappagiling, Senin (28/5/2018).

Tersingkir dalam pemerintahan, tak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, disalip membacakan sambutan oleh pejabat dibawahnya, fotonya sebagai Wawali tak pernah dipajang justru diganti oleh foto istri Taufan, Erna Rasyid, hingga ketakutan kalangan ASN menunjukkan kedekatan dengan FAS.

"Itu hanya secuil yang nampak. Ada banyak kejadian lain yang FAS memilih mendiamkan dan menyimpannya seorang diri. Beliau bukan tipikal pendendam," ungkap salah satu loyalis FAS, Bakhtiar Tijjang.

Penzaliman terhadap FAS rupanya tak hanya menimpa dirinya saja. Loyalisnya-pun kerap merasakan beratnya memilih berdiri diatas kebenaran. Sekali waktu dalam kampanye dialogis di Kampung Duri, istri salah seorang ASN yang dianggap dekat dengan FAS mengadukan suaminya yang kini non-job.

Berurai air mata, ia mengaku bingung harus mengadu kemana, lantaran suaminya tidak merasa memiliki kesalahan. "Kami berharap, kalau FAS terpilih agar tidak sewenang-wenang pada bawahannya," bebernya.

Dalam pelbagai kesempatan, FAS selalu menegaskan niatnya bertarung pada Pilwalkot Parepare bukan karena kezaliman yang menimpanya. Bukan pula karena ingin membalas perlakuan orang terhadapnya.

Namun lebih karena hatinya perih melihat kondisi ketidakadilan, ketimpangan sosial, masih banyaknya warga yang hidup menderita, hingga program-program yang ia gagas saat bersama TP tidak sempat terlaksana.

"Doakan saya, doakan saya, agar sibawaki memperbaiki keadaan menjadi jauh lebih baik," harap FAS, yang mantap memilih kata 'Sibawaki' sebagai tagline-nya. Kata yang juga bermakna kesiapan merangkul siapa saja, lawan maupun kawan.(*)

Penulis: Mulyadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved