Tiga Merek Air Minum Kemasan di Bantaeng Dilarang Produksi, Satu Disegel BPOM

Kasi Kefarmasian Dinkes Bantaeng, Habibi menyebutkan bahwa penyegelan itu lantaran pernah mengubah bangunan tetapi tak bersurat ke BPOM.

Tiga Merek Air Minum Kemasan di Bantaeng Dilarang Produksi, Satu Disegel BPOM
HANDOVER
Suasana pabrik produksi air minum kemasan merek AAN di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Tiga merek air minum dalam kemasan yang ada di Kabupaten Bantaeng saat ini tidak diberi izin untuk memproduksi sejak, Rabu (23/5/2018).

Ketiga adalah merek AAN dan Ermes Plus milik CV Anugrah Alam Nusantara, serta merek Ainun milik CV Sri Ainun Jaya.

Bahkan untuk merek AAN disegel langsung oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kasi Kefarmasian Dinkes Bantaeng, Habibi menyebutkan bahwa penyegelan itu lantaran pernah mengubah bangunan tetapi tak bersurat ke BPOM.

"Penyebab disegelnya adalah karena merubah bangunan tempat produksi tetapi tidak ada permintaan izin kepada BPOM dan itu tidak dibolehkan," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Minggu (27/5/2018).

Sedangkan merek Ermes Plus yang masih milik CV Anugrah Alam Nusantara rupanya masih belum mengantongi izin, maupun administrasi lainnya padahal selama ini telah berproduksi.

Begitupula dengan merek Ainun milik CV Sri Ainun Jaya yang juga belum dibeolehkan untuk beroperasi karena perizinannya masih dalam proses.

"Ermes Plus memang belum ada izin dan belum mengurus, sementara Ainun hanya karena ijin produksinya belum keluar," tuturnya.

Pabrik ketiga merek air kemasan tersebut semua berada di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. (*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help