Polda Sulsel Ambil Alih Kasus Ujaran Kebencian Juru Bicara DIAmi, Ini Alasannya

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, menerangkan jika pelimpahan tersebut berdasarkan petunjuk

Polda Sulsel Ambil Alih Kasus Ujaran Kebencian Juru Bicara DIAmi, Ini Alasannya
HANDOVER
Maqbul Halim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus ujaran kebencian dengan terlapor Maqbul Halim, diambil alih Polda Sulawesi Selatan.

Awalnya kasus tersebut ditangani di Polrestabes Makassar, namun sejak Kamis (24/5/18), kasusnya resmi ditangani Polda Sulsel.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, menerangkan jika pelimpahan tersebut berdasarkan petunjuk dari pimpinannya.

"Ini petunjuk dari Pimpinan agar kasus ini dilimpahkan ke Polda, alasannya agar kami di Polrestabes Makassar fokus pada pengamanan di Pilkada serentak ini," terangnya saat ditemui.

Sejauh ini Anwar mengungkapkan jika kasus juru bicara Jubir mantan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) itu telah menghadirkan sejumlah saksi.

"Kalau terlapor kita periksa satu kali, selebihnya untuk bahan penyidikan itu sudah enam orang termasuk ahli bahasa dan ahli pidana," ungkapnya.

Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan jika terkait kasus Hate Speach atau Hoax memang memiliki kerumitan tersendiri dalam pengungkapannya. Hal ini lantaran pihak kepolisian selain menghadirkan saksi pelapor juga harus menghadirkan saksi ahli dari tigu unsur berbeda.

Yakni ahli bahasa, ahli pidana dan dari pihak Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo). "Tiga-tiganya harus kita hadirkan untuk dimintai keterangannya sebagai ahli, jadi terkadang sesama ahli juga berbeda pendapatnya. Belum lagi persoalan mendatangkan pihak dari Kominfo itu berbeda dengan misalnya penyidikan yang terjadi di Jakarta kita disini butuh lagi persuratan dan waktu yang panjang," terangnya.

Maqbul Halim dilaporkan ke Polrestabes Makassar, Senin (16/4/2018) Siang.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh kuasa hukum Founder Bosowa, Aksa Mahmud terkait dugaan ujaran kebencian di media sosial.

Kuasa Hukum Aksa Mahmud, Jhon Ardiansyah dan Muktar Juma melaporkan hal tersebut dan diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Makassar, Aiptu Ali Hairun

Penulis: Alfian
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help