Hadiri Sosialisasi Gernas Revolusi Mental, Wabup Bulukumba Bilang Ini

Bulukumba menjadi daerah keempat pelaksanaan sosialisasi tersebut, setelah sebelumnya dilaksanakan di Lebak

Hadiri Sosialisasi Gernas Revolusi Mental, Wabup Bulukumba Bilang Ini
firki/tribunbulukumba.com
Sosialisasi gerakan nasional (Gernas) revolusi mental berbasis pembangunan manusia inklusif, telah dilaksanakan di Aula Bappeda Bulukumba, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Sosialisasi gerakan nasional (Gernas) revolusi mental berbasis pembangunan manusia inklusif, telah dilaksanakan di Aula Bappeda Bulukumba, Selasa (22/5/2018).

Melalui rilisnya, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Bulukumba menjadi daerah keempat pelaksanaan sosialisasi tersebut, setelah sebelumnya dilaksanakan di Lebak, Tangerang, dan Lombok Utara.

Di Bulukumba sendiri, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, seluruh camat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta Kepala OPD seperti Kadis Tanaman Pangan, Kadis PUPR, dan Kadis Dukcapil.

Panitia Pelaksana Alexander Mering mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

"Ada  lima sasaran yang menjadi prioritas dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu Indonesia Melayani, Indonesia  Bersih, Indonesia Tertib,  Indonesia Mandiri, serta Indonesia Bersatu," ujarnya.

Wabup Tomy Satria Yulianto menanggapi, jika Pemda Bulukumba telah berkomitmen untuk melaksanakan gerakan revolusi mental.

Menurutnya Gernas revolusi mental itu telah dibreak down ke dalam gerakan Bulukumba Melayani pada tahun 2017 yang lalu.

Gerakan tersebut untuk merespon isu pelayanan publik, dari yang selama ini pasif menjadi aktif dan jemput bola.

"Aparat birokrasi kita harapkan responsif atas permasalahan warga, khususnya yang bersentuhan dengan pelayanan dasar,” pinta Tomy.

Terhadap pelayanan dasar, pemerintah kabupaten, lanjut Tomy, telah melakukan berbagai program kegiatan, misalnya home care di wilayah terpencil, serta menggandeng berbagai stakeholder dalam pemenuhan administrasi kependudukan.

Gerakan Revolusi Mental menurut Tomy adalah sebuah gerakan lintas struktural yang penggeraknya siapa saja, baik itu tokoh masyarakat, pemuda, NGO atau pun aparat birokrasi.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help