Ramadan 1439 H

Ramadan 1439 H - Ini Pengaruh Puasa Terhadap Janin

Masa kehamilan merupakan masa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Ramadan 1439 H - Ini Pengaruh Puasa Terhadap Janin
Maitland Mercury
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUM-TIMUR.COM, MAKASSAR --Masa kehamilan merupakan masa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Pada masa ini tidak boleh terjadi gangguan karena dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan janin.

Gizi ibu yang baik sangat penting untuk pertumbuhan janin. Kekurangan gizi dalam masa ini dapat menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR).

lbu hamil yang mengalami kekurangan gizi maka volume darah menjadi turun, aliran darah ke plasenta turun, plasenta menjadi kecil dan akhirnya suplai makanan ke janin kurang dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin.

"Dalam kondisi hamil, perempuan yang berpuasa sangat ditentukan oleh tingkat gula dalam darah," ungkap Direktur RS Ibu & Anak ST Khadijah 1 Makassar, Dr Dr Nasrudin SpOG kepada Tribun.

Untuk diketahui, janin mempunyai persentase konsumsi gula sekitar 6 miligram (mg) setiap kilogram (kg) berat janin permenit. Persentase ini sama dengan tiga kali lipat dari yang dikonsumsi oleh orang dewasa.

Hasil penelitian menunjukkan persentase gula dalam wanita hamil mengalami kecenderungan menurun, namun tidak menyebabkan bayi lahir rendah.

Didapatkan hasil dari suatu penelitian yang mengkaitkan hubungan janin terhadap efek puasa tidak menimbulkan bayi menjadi bayi lahir rendah.

Hal ini terkait dalam kondisi sang ibu yang berpuasa dan asupan makanan yang dibutuhkannya tercukupi.

Kondisi fisik seorang perempuan dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda.

Namun, pada dasarnya kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk perempuan hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk perempuan menyusui.

Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para perempuan dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan.

Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang.

Ada pula perempuan yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula perempuan yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung pada sang ibu. (*)

Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved