Pasien Meninggal di Jalan, Anggota Komisi I DPRD Minta Thorig Husler Evaluasi Puskesmas Mangkutana

Intan meninggal dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Mangkutana, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pasien Meninggal di Jalan, Anggota Komisi I DPRD Minta Thorig Husler Evaluasi Puskesmas Mangkutana
IVAN ISMAR
Anggota Komisi I DPRD Luwu Timur, Rully Heryawan 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler diminta tegas terhadap pegawainya yang tidak becus kerja di bidangnya masing-masing.

Itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Luwu Timur, Rully Heriawan kepada TribunLutim.com, Senin (21/5/2018). "Sekali-kali bupati tegas ke SKPDnya kalau memang tidak mampu ganti saja," ujarnya.

Ia menilai masih banyak aparatur sipil negara (ASN) di Luwu Timur tidak bisa bekerja sesuai di bidang masing-masing.

Rully menyikapi soal kelalaian yang dilakukan Puskesmas Mangkutana hingga pasien demam dan infeksi amandel bernama Intan (10) yang meninggal dunia, Sabtu (19/5/2018) malam.

Intan meninggal dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Mangkutana, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca: Pasien Meninggal di Jalan, Warganet Ramai Soroti Puskesmas Mangkutana Luwu Timur

Baca: Ambulans Puskesmas Lakawali Luwu Timur Mogok, Pasien DBD Terlantar di Jalan

Intan merupakan warga Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni. Sebelumnya, Intan dibawa ke puskesmas oleh ibunya pada pada siang hari. Tiba di puskesmas, pasien dipulangkan dan hanya diberi antibiotik.

Kondisi Intan makin parah usai pulang dari puskesmas tepatnya saat Magrib, Intan kejang. Intan kemudian dibawa ke puskesmas pakai truk.

Hanya saja, truk yang membawa Intan mogok di jalan. Sopir truk kemudian meminjam mobil warga untuk membawa pasien ke puskesmas. Sayangnya, Intan meninggal di perjalanan.

"Kepada bupati untuk mengevaluasi dinas kesehatan secara menyeluruh," ujarnya. Menurutnya, sudah banyak contoh tentang buruknya pelayanan-pelayanan puskesmas di Luwu Timur.

"Dimulai ambulans yang tidak ada bahan bakar minyak (BBM)-nya, mogok di jalan. Pelayanan kepada pasien yang tidak baik," tuturnya.

"Terakhir masalah kelalaian dari dari Puskesmas Mangkutana yang tidak merujuk pasien yang harusnya dirujuk ke rumah sakit," lanjutnya.

Hal seperti itu, kata dia, jangan sampai terulang ke depannya lagi sebab kepercayaan masyarakat terhadap slogan Luwu Timur Terkemuka 2021 akan memudar. "Bagaimana mau terkemuka kalau di bidang kesehatan begini modelnya," ujarnya.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help