Tablig Akbar Bareng White Koffie, Ulama Asal Palestina Bahas Ini di Masjid Al Markaz Makassar

Dikemas dengan sesi dialog, sejumlah jemaah pun berkesempatan untuk bertanya.

Tablig Akbar Bareng White Koffie, Ulama Asal Palestina Bahas Ini di Masjid Al Markaz Makassar
sanovra/tribuntimur.com
Penceramah dari palestina, Syeikh Baha Edden Ahmad Ismail Al-Kilany (peci putih) melakukan ceramah didepan ratusan umat muslim pada acara Tabligh Akbar di Mesjid Al Markas Al Islamiyah, Makassar, Minggu (20/5/2018). Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Java Prima Abadi (Luwak White Koffie), Media Harian Tribun Timur, dan Yayasan Islamic Center ini dirangkaikan dengan pemutaran film kemanusiaan bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Serta Seminar sehat berpuasa bersama Luwak White Koffie dan juga buka puasa bersama. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ulama asal Palestina, Syeikh Baha Edden Ahmad Ismail Al-Kilany, menjadi penceramah di Tablig Akbar yang diselenggarakan Tribun Timur bersama White c, Minggu (20/5/2018).

Tablig Akbar ini berlangsung di Mesjid Al Markas Al Islamiyah dan dipadati oleh jemaah.

Syeikh Baha Edden Ahmad Ismail Al-Kilany sendiri merupakan juara II Kompetisi Tilawah dan Hafalan Al Quran di Yordania.

Serta memiliki "Sanad Ghaybi 1" yang berkaitan dengan Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan Tablig Akbar itu, ia berbagi pengetahuan kepada jemaah yang hadir.

Baca: Sebanyak Ini Jamaah Tablig Akbar Luwak White Koffie dan Tribun Timur di Al-Markaz

Terutama makna dan manfaat berpuasa di bulan Ramadan.

Dikemas dengan sesi dialog, sejumlah jemaah pun berkesempatan untuk bertanya.

Satu di antaranya terkait dengan cara memilih makanan dan minuman terbaik untuk tubuh saat berpuasa.

Syeikh Baha Edden Ahmad Ismail Al-Kilany menjelaskan bahwa pada dasarnya Allah SWT telah menegaskan hal tersebut di dalam Al Quran.

"Bahwasanya Allah memiliki sifat-sifat terpuji dengan namanya yakni maha mengetahui, maha bijak, maha penyayang. Meski tidak kita tahu maknanya tapi kita kita harus menyembahnya," tuturnya.

"Kalau sekarang kita mengaku muslim maka jalankan perintahnya. Walaupun hasilnya samar-samar," lanjutnya.

Baca: Ini Bahaya Tidur Setelah Sahur, Begini Tuntunan Rasulullah

Keyakinan awal itu menurutnya penting untuk bersikap dan bertindak.

Termasuk dalam pilihan kehidupan sehari-hari, semisal pilihan makanan dan minuman.

"Intinya bahwa jalankan perintah-Nya dan ada hikmah terbesar dari larangan-Nya, jalankan saja perintahnya meskipun kita tidak tahu apa manfaatnya nanti dan jauhi larangannya, itu saja," tegasnya.

Penulis: Alfian
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved