Kenangan Ramadan Pangdam XIV Hasanuddin: Masa Kecil, Kami Suka Nyolong Jambu

Tak hanya itu, Agus yang lahir dan besar di Langkat, Sumatera Utara, rupanya juga cukup nakal bersama teman masa kecilnya.

Kenangan Ramadan Pangdam XIV Hasanuddin: Masa Kecil, Kami Suka Nyolong Jambu
SANOVRA JR
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjend TNI Agus Surya Bakti bersama Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen Budi Sulistijono melakukan latihan menembak 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bulan Ramadan semasa kecil bagi seseorang tentu memiliki kenangan tersendiri yang sulit dilupakan. Pengalaman puasa pertama dan dan ibadah Ramadan lainnya tentu masih membekas di hati.

Tak terkecuali bagi Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti. Jenderal bintang dua ini memiliki pengalaman masa kecil saat menjalankan puasa di bulan suci Ramadan, yang masih ia ingat hingga saat ini.

"Ramadan masa kecil saya, susah di kampung. Dulu depan rumah saya becek, jalanan belum diaspal, dan saya masih pakai celana pendek. Kita tidur di langgar, atau sekarang musallah. Jadi kalau puasa, kita sering tidur di langgar," kata Agus saat menceritakan kenangannya itu, Jumat (18/5/2018).

Tak hanya itu, Agus yang lahir dan besar di Langkat, Sumatera Utara, rupanya juga cukup nakal bersama teman masa kecilnya. Agus dan kawan-kawan kerap mengambil jambu milik ustad tanpa izin.

"Puasa yah puasa, tapi waktu kecil kita masih suka nyolong jambunya pak ustad, kadang-kadang kita dimarahi imam, ketahuan, dikejar-kejar," kata Agus sambil tertawa mengenang kenakalannya itu.

Meski demikian, lulusan Akmil 1984 ini mengaku semasa kecilnya, orangtuanya cukup ketat mengajarkan soal nilai-nilai agama.

"Saya bahkan pernah tidur di masjid sampai digigit kalajengking, itu pengalaman yang saya pikir sulit dilupakan, tapi meski demikian ibadah tetap dilakukan. Saya terkesan bagaimana masa kecil saya, orangtua sangat ketat mengajarkan ilmu agama," imbuhnya.

Agus dan istrinya, Bella Saphira, kini telah melewati tiga kali Ramadan di Sulsel. Berbagai pengalaman dan cerita telah mereka lalui di sini.

Ditanya terkait menu favoritnya saat berbuka puasa, agus mengatakan lebih suka makanan yang ringan.

"Saya buka puasa biasakan kurma dan air hangat, kemudian Salat Maghrib, lalu makan makanan yang ringan-ringan, baru nanti makan setelah Tarawih," kata dia.

"Kalau ajudan saya, habis bedug Maghrib langsung hajar makanan berat mereka. Karena kami kan sering buka dan sahur sama-sama, saya bilang silahkan saja mungkin perut mereka berbeda," kata Agus sambil tertawa.

Mantan Dandenma Kopassus ini juga memiliki menu yang tak berlebihan di kala sahur. Ia bahkan mengaku terkadang sahur cukup dengan buah dan telur dadar saja.

"Kalau Ramadan saya suka hangat dan juga makanan yang tidak keras. Saya suka pepaya, kadang sahur pakai pepaya saja sudah cukup, sama telur dadar aja sudah, simpel," pungkasnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help