Soal Temuan BPK Terkait Dana Hibah, Ini Penjelasan Kepala BPKD Enrekang

Tahun 2016 mendapat anggaran sekitar Rp 500 juta sementara tahun 2017 juga mendapat anggaran Rp 350 juta.

Soal Temuan BPK Terkait Dana Hibah, Ini Penjelasan Kepala BPKD Enrekang
m azis albar/tribunenrekang.com
Kepala Badan Pengelolah Keuangan Daerah (BPKD) Enrekang, Andi Ulung Tiro 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru saja melakukan pemeriksaan laporan keuangan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Dalam hasil penilaian yang dilakukan tersebut, terdapat catatan laporan realisasi belanja hibah, Bansos dan bantuan keuangan 2017 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mendapat penilaian belum sesuai ketentuan.

Kepala Badan Pengelolah Keuangan Daerah (BPKD) Enrekang, Andi Ulung Tiro, pun mengakui hal tersebut.

Menurutnya, laporan hasil penilaian tersebut masih bersifat awal dari BPK yang artinya pihaknya masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan laporan.

Baca: Soal Pemangkasan APBD, Ketua BPKD Enrekang: Itu Hanya Rasionalisasi

Baca: Akui Pemda Utang Rp 30 M, Begini Penjelasan Kepala BPKD Enrekang

"Iya itu memang menjadi salah satu catatan yang diberikan BPK kepada kita untuk diperbaiki dan itu masih bersifat penilaian awal dari BPK kita masih masih diberi kesempatan lakukan perbaikan," kata Andi Ulung kepada TribunEnrekang.com, Kamis (17/5/2018).

Ia menjelaskan, penilaian tersebut diberikan sebenarnya lantaran adanya lembaga yang sudah tidak aktif tapi dianggarkan berulang tiap tahun.

Salah satunya adalah Akademi Komunitas Massenrempulu yang empat tahun berturut-turut mendapatkan anggaran.

Tahun 2016 mendapat anggaran sekitar Rp 500 juta sementara tahun 2017 juga mendapat anggaran Rp 350 juta.

"Tapi tahun ini kita sudah tidak anggarkan lagi, karena memang semua mahasiswanya sudah lulus atau selesai, lagian itu juga merupakan universitas jarak jauh," tuturnya.

Meski begitu, Andi Ulung, menilai kehadiran sebuah perguruan tinggi disitu daerah seenarnya punya efek positif. Itu dikarenakan dapat menunjang dan menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help