Pilwali Makassar 2018

Soal Putusan Panwaslu Makassar, Ini Kata Iqbal Latief

KPU sudah menyampaikan putusan Panwaslu Makassar ke pusat untuk mencari acuan regulasi.

Soal Putusan Panwaslu Makassar, Ini Kata Iqbal Latief
abd azis/tribuntimur.com
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Iqbal Latief. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Iqbal Latief, menegaskan, seluruh putusan terkait nasib paslon Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti di Pilwali 2018 diputuskan KPU Kota Makassar.

"Kami telah menyerahkan kepada semua di KPU Makassar untuk mengambil keputusan. Kendati kemudian, tentu kita sebagai lembaga hirarki," kata Iqbal di Kantor KPU Sulsel, Jl AP Pettarani, Rabu (16/5/2018).

"KPU Makassar telah melakukan konsultasi dengan KPU provinsi, sekaligus ke KPU RI. Karena ini hal menarik dari prepestif hukum, karena ada putusan hukum yang harus dikaji berkenaan dengan Pilwali Makassar," tutur Iqbal menambahkan.

Iqbal menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan ke KPU pusat terkait putusan Panwaslu Makassar. Hasilnya, harus mempedomani regulasi yang ada.

Baca: KPU Sulsel Sebut Putusan Panwaslu Makassar Tidak Normal

"Setelah membuat keputusan (kemarin) tentu kita harus konsisten menerima apapun yang menjadi. Misalnya, dampak dari itu. KPU selama ini mamang seperti itu ada yang tidak senang kemudian digugat di DKPP dan di panwas ya, tapi itu resiko," ujar dosen Unhas Makassar ini.

Terkait apakah KPU menolak putusan Panwas Makassar dan tetap menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA), Iqbal tidak mau berspekulasi.

"Ada banyak kajian (untuk) menolak (putusan panwaslu) tapi saya kira kami telah banyak menyampaikan kepada teman-teman panwas dengan berbagai macam pandangan, begitu juga dengan KPU RI. Nanti panwaslu menjadikan itu sebagai referensi atau bahan membuat keputusan," jelas Iqbal.

Sementara Komisioner Divisi Data dan Program KPU Kota Makassar, Rahmah Saiyed yang baru saja keluar dari ruangan Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir, enggan berkomentar banyak.

Baca: VIDEO: Begini Reaksi Kuasa Hukum KPU Makassar Setelah Gugatan DIAmi Diterima

"Jadwal pleno tidak lewat. Hari ini. Ada dua komisioner kami tunggu dari Jakarta. Mereka yang pergi konsultasi di KPU RI, salah satunya divisi bagian hukum kami," kata Rahma sembari meninggalkan kantor KPU Sulsel.

Rahma mengaku terburu-buru meninggalkan Kantor KPU Sulsel karena lapar setelah melakukan pertemuan di Kantor KPU Sulsel. Pertemuan berlangsung sekitat lima jam.

"Lapar kah ini, nanti pi. Masih panjang waktu, nda lewat ini," jelas Rahma.

Selain Rahma, hadir juga Komisioner KPU Makassar Abdullah Mansur. Termasuk informasi kehadiran Ketua KPU Makassar Syarif Amir.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help