Pondok Mengaji di Pulau Salemo Pangkep Punya Banyak Alumni Ulama, Siapa Saja Mereka?

Ada sembilan ulama yang pernah belajar dan melalukan aktivitas mengajar selama mereka di Pulau Salemo.

Pondok Mengaji di Pulau Salemo Pangkep Punya Banyak Alumni Ulama, Siapa Saja Mereka?
munjiyah/tribunpangkep.com
Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Makassar, Husnul Fahimah Ilyas memberi materi di Seminar Jaringan Ulama di Pangkep, Kantor Kemenag Pangkep, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Pondok Mengaji di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) punya banyak alumni ulama.

"Ada sembilan ulama yang pernah belajar dan melalukan aktivitas mengajar selama mereka di Pulau Salemo. Mereka semua alumni Mekkah," kata Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Makassar, Husnul Fahima Ilyas kepada TribunPangkep.com, Rabu (16/5/2018).

Husnul Fahima Ilyas telah meneliti nama-nama ulama yang pernah belajar dan mengajar. Mereka adalah KH Abdullah Betti kelahiran Bone, KH Abdul Azis kelahiran Mallawa Maros, Puang Palili kelahiran Pulau Salemo Pangkep, KH Muhammad Amin kelahiran Pulau Salemo.

Baca: Begini Model Ngaji di Pulau Salemo Pangkep Abad ke-20

Baca: Pulau Salemo Pangkep Akan Dijadikan Pulau Ulama, Ini Programnya

Kemudian KH Muhammad Sanusi kelahiran Segeri Pangkep, KH Muhammad kelahiran Marang Pangkep, KH Abdurrasyid kelahiran Pulau Salemo Pangkep, KH Manajollo (Puang Panrita),  dan KH Minhajuddin (Gurutta Apalae). Sementara itu, para ulama yang hanya datang belajar ilmu agama dan mengaji ada 11 ulama.

"Ada 11 ulama yang kita deteksi dan teliti. Mereka semua belajar ilmu agama dan betul-betul belajar mengaji dengan sungguh-sungguh di Pulau Salemo," ujarnya.

Sebelas ulama tersebut yakni KH Abdurrahman Ambo Dalle, KH Bilalu, KH Katu, Syekh Sayyid Djamaluddin Assagaf Puang Ramma, KH Abdul Malik Parojai, KH Abdul Rahman Mattameng, KH Amberi Said, Abdul Hamid Karim Daeng Paresse, KH Muhammad Yahya Cenno, KH Lalo Dahlan dan KH Hasanuddin Jalil.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help