Pelapor Kakek 88 Tahun Dicecar Pertanyaan di Ruang Sidang PN Makassar

Agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Pelapor Kakek 88 Tahun Dicecar Pertanyaan di Ruang Sidang PN Makassar
tribun timur/hasan basri
Kakek 88 tahun, Subaeki, harus menjalani persidangan Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl RA Kartini. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Subaeki, kakek berusia 88 tahun menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (16/05/2018).

Ia didudukan di kursi pesakitan karena dituding memalsukan surat peryataan atas kepemilikan tanah yang dilaporkan oleh seorang pengusaha di Makassar, Deny Irawan.

Agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Makassar yakni Deny Irawan dan Syamsul Bahri.

Deny Irawan selaku saksi pelapor selama dalam persidangan dicecar pertanyaan oleh Majelis Hakim yang dipimpin langsung Bambang Nurcahyono.

Baca: Kakek 88 Tahun Berkursi Roda Ikuti Sidang di PN Makassar, Ini Kesalahannya

Pertanyaan Majelis Hakim terkait alat bukti pembanding yang dimiliki Deny sehingga menyatakan surat pernyataan kepemilikan tanah itu dianggap palsu.

Tetapi, saksi pelapor tidak mampu Deni menunjukkan bukti surat yang ditanyakan oleh Hakim.

Menanggapi keterangan saksi, Kuasa Hukum Subeki, Burhan Kamma Marausa menilai tuduhan para pelapor selama ini terhadap klienya tidak memliki dasar kuat.

"Mendengar keterangan kedua saksi tadi membuktikan kalau klien kami tidak terbukti bersalah. Bahkan ketika Hakim menanyakan apa yang dipalsukan, saksi pelapor tidak tau," tuturnya.

Tidak hanya itu saksi pelapor dan Jaksa Penuntut Umum juga tidak bisa memperlihatkan data bukti pembanding atas surat pernyataan dianggap dipalsukan oleh terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help