Pegawai Lapas Jeneponto dan Keluarganya Dianiaya di Tamanroya, Mengapa?

Pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh pria bernama Moko bersama empat saudaranya yang merupakan warga kampung Tamanroya

Pegawai Lapas Jeneponto dan Keluarganya Dianiaya di Tamanroya, Mengapa?
muslimin/tribunjeneponto.com
Kasus penganiayaan dialami warga Kampung Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Rabu (16/05/2018) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, TAMALATEA - Kasus penganiayaan dialami seorang mahasiswa bernama Lukman (25), warga Kampung Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Rabu (16/05/2018) siang.

Melalui rilis dari Kasat Binmas yang juga Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, penganiayaan terjadi saat Lukman bersama keluarganya berkendara menggunakan di kampung Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, poros Jeneponto.

Pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh pria bernama Moko bersama empat saudaranya yang merupakan warga kampung Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, poros Jeneponto.

"Sesuai keterangan saksi di TKP, bahwa korban (Lukman) sedang mengenderai mobil avanza dari arah Makassar kemudian di tkp berhenti sejanak karena akan berpapasan rombongan kampanye," tulis Syahrul dalam rilianya.

Berselang beberapa saat kemudain, kaca mobil yang dikendarai Lukman dipukul oleh seseorang.

"Sehingga korban (Lukman) turung dari mobilnya lalu mempertanykan, namun pelaku Moko langsung meninju korban sebanyak satu kali dan mengenai pada bagian mata," Syahrul menambah.

Melihat kejadian itu, keluarga Lukman yang berada di atas mobil pun bergegas turung namun ikut menjadi korban penganiayaan.

"Sedangkan keluarga korban yang berada di atas mobil turung dari mobil dan ikut serta dianiaya atau dikeroyok oleh pelaku Moko di bantu oleh saudarnya dengan cara melempar batu ke arah korban," tulisnya.

Akibat kejadian Lukman beserta tiga orang keluarganya menganglami luka-luka dilarikan ke puskesmas Tamalatea untuk berobat.

Sri Ayu (12) yang merupakan saudara Lukman mengalami luka terbuka pada bagian jidat, Dewi Sartika (42) ibu Lukman mengalami luka bengkak pada bagian kepala dan Baharuddin ayah Lukman mengalami luka memar pada bagian mata kanan.

Baharuddin diketahui merupakan pegawai Lapas Kelas II B Jeneponto.

Pelaku penganiayaan yang melarikan diri usai melakukan pemukulan kini dalam pengejaran polisi.

Tidak terima kejadian itu, sekitar 50 orang keluarga korban mendatangi TKP namun telah ditenagkan oleh pihak kepolisian Sektor Tamalatea.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help