Pascasarjana UMI Siapkan Kuota 500 Maba

Pascasarjana UMI sendiri mengakui semakin ketatnya persaingan memperoleh mahasiswa baru.

Pascasarjana UMI Siapkan Kuota 500 Maba
Munawwarah/tribun-timur.com
Direktur Pascasarjana UMI Prof Basri Modding 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2018-2019. 

Pendaftaran dibuka untuk program doktor dan magister hingga 29 Juni 2018. 

Sejumlah ujian seleksi juga akan dilalui mahasiswa baru. Untuk program Doktor, ujian seleksi TPA, TOEFL, dan wawancara dilaksanakan 2 Juli dan pengumumannya 9 Juli. Sementara pendaftaran ulang pada 9 Juli-15 Juli 2018. 

Sementara untuk program Magister, ujian seleksi akan digelar 3 Juli. Sementara pendaftaran ulang pada 9-15 Juli 2018. 

"Paling yang menjadi kendala sejumlah pendaftar adalah tes TOEFL dan TPA. Bahkan ada yang kadang tidak jadi mendaftar karena skor TOEFLnya tidak memenuhi syarat,"kata Direktur Pascasarjana UMI, Prof Basri Modding saat ditemui tribun-timur.com di ruangannya, Selasa (15/5/2018). 

Baca: Poltekpar Negeri Makassar Seleksi 553 Calon Maba Jalur SBMPTNP

Baca: UMI Terima 4.500 Maba, Pendaftaran hingga 12 Juli

Namun tak perlu khawatir, kata Prof Basri, khusus tes TOEFL akan diberikan dua kali kesempatan dan jika pada kesempatan kedua mengalami kenaikan skor, maka calon maba akan diberikan kesempatan mengenyam pendidikan di Pascasarjana UMI sembari memperbaiki skornya. 

Seperti pada penerimaan sebelumnya, sejumlah program studi mengalami lonjakan pendaftar yang cukup signifikan.

Khususnya program studi yang telah terakreditasi A. Seperti prodi magister Ilmu Hukum, Ilmu Ekonomi, Magister Pendidikan Agama Islam, dan Magister Akuntansi. 

"Semester ini bedanya disitu. Para calon mahasiswa baru kita banyak mendaftar pada prodi yang telah terakreditasi A," kata Prof Basri. 

Sehingga diprediksi pelamar semester ini akan melebihi target terima termasuk program doktor prodi Ilmu Menajemen yang sudah terakreditasi A. 

Pascasarjana UMI sendiri mengakui semakin ketatnya persaingan memperoleh mahasiswa baru. Mengingat telah banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang juga membuka program pascasarjana.

Sehingga penting bagi PPs UMI kata Prof Basri untuk melakukan pembaruan dalam segi kurikulum pascasarjana yang bersesuaian dengan revolusi industri 4.0. 

"Kita harus berubah mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum kita harus mengikuti itu. Dan kami sedang berupaya menyesuaikan itu,"kata direktur PPs yang 26 Juni 2018 berakhir masa jabatannya.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved