Pilgub Sulsel 2018

Masa Kampanye, Prof Nurdin Abdullah Jadi Penguji Doktor di Unhas

Nurdin pertanyakan bagaimana cara petani bisa mengatasi kondisi hutan yang ada di Sulsel.

Masa Kampanye, Prof Nurdin Abdullah Jadi Penguji Doktor di Unhas
saldy/tribuntimur.com
Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Nurdin Abdullah menjadi penguji calon doktor di kampus merah tersebut. 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM , MAKASSAR - Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Nurdin Abdullah menjadi penguji calon doktor di kampus merah tersebut.

Dalam sesi pengujian, Nurdin pertanyakan bagaimana cara petani bisa mengatasi kondisi hutan yang ada di Sulsel.

Prof Nurdin Abdullah mengatakan, hasil penelitian tersebut mungkin bisa dikembangkan untuk bagaimana mengembangkan bidang pertanian yang ada di Sulsel.

"Karena, saya perhatikan Sulsel ini memiliki potensi yang sangat besar dibidang pertanian " kata Prof Nurdin Abdullah, saat bertanya kepada peserta ujian promosi Doktor, Muhammad Agung, di Aula Sekolah Pascasarjana Unhas Makassar, Rabu (16/5/2018) via rilis tim ke tribun-timur.com.

Baca: Dukung Prof Andalan, Warga Larompong Luwu: Prof Andalan Tidak Jual Janji Tapi Kerja Nyata

Selain itu, menurut Prof Nurdin Abdullah, petani yang ada di Sulsel seharusnya sudah tidak menebas lagi hutan lindung.

Petani harusnya tidak menambah luas lahan, melainkan meningkatkan skill dalam bertani.

"Sekarang yang butuhkan petani bukan menambah luas lahan dengan menebas hutan tetapi yang dibutuhkan skill dalam bertani, agar bisa memaksimalkan hasil produksi pertanian " tuturnya.

Di tempat yang sama, Muhammad Agung menjawab, untuk bisa mewujudkan pertanyaan Prof Nurdin Abdullah dibutuhkan kearifan lokal dari masyarakat untuk bisa mengembangkan ekonomi masyarakat.

Baca: Anggota DPRD Minta Jatah, Pembagian Lods Pasar Bone-bone Luwu Utara Ricuh

"Kita membutuhkan cara dan tata kelola dengan cara petik olah jual" jawabnya disambut senyuman dari Prof Nurdin Abdullah.

Selain itu, Muhammad Agung menjelaskan, sampai saat ini petani belum memiliki budaya dalam proses mengelola hasil pertaniannya. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help