Diterjang Air Bah, Jembatan Darurat Damma Maros Hanyut

Jembatan darurat dibangun oleh TNI, lantaran prihatin melihat warga yang menyeberangi sungai.

Diterjang Air Bah, Jembatan Darurat Damma Maros Hanyut
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Seorang warga Damma menyeberang sungai dengan menerobos derasnya air, lantaran jembatan darurat yang dibangun TNI hanyut. Jembatan gantung juga belum dibangun. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Jembatan darurat yang dibangun oleh personel Kodim 1422 Maros, di sungai Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Tompobulu, hanyut diterjang air bah.

Warga Damma bakal kembali pertaruhkan nyawanya saat akan ke masjid untuk salat tarawih, selama bulan suci Ramadan.

Pasalnya, jembatan yang dibangun oleh Kepala Desa, Haerul dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 300 juta, tidak kunjung rampung.

Jembatan Damma mulai dibangun sejak tahun 2015. Saat itu Sekertaris Desa Bonto Matinggi, Saharuddin sebagai Plt. Tapi jembatan mangkrak. Saat Haerul menjabat sebagai Kades, jembatan tersebut kembali dibangun, namun kembali terbengkalai.

Seorang warga Damma, Bole mengatakan, jembatan darurat yang dibangun TNI hanyut, saat Maros diguyur hujan, Senin lalu.

Mulai saat itu, air mulai pasang dan mengalir deras di sungai Damma, dan menghanyutkan material jembatan darurat.

"Jembatan darurat yang sudah dibangun TNI, hanyut setelah diterjang air deras. Air pasang saat hujan hari Senin lalu. Jembatan gantung, yang terbengkalai, juga belum ada tanda-tanda dilanjutkan pembangunannya," ujarnya, Rabu (16/5/2018).

Jembatan darurat dibangun oleh TNI, lantaran prihatin melihat warga yang bertaruh nyawa saat akan meninggalkan Damma. Tidak ada akses lain, kecuali menyeberang sungai.

Jembatan yang terbuat dari balok dan papan tersebut dibangun Minggu 5 Mei lalu. Tapi sebelum cukup sebulan warga menikati jembatan tersebut, air sungai menerjangnya.

Padahal rencananya, jembatan darurat dibangun untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Jembatan darurat akan menjadi akses warga ke masjid untuk beribadah. Namun sebelum Ramadan, jembatan hanyut.

"Kami sudah cukup lama bersabar, untuk menunggu perampungan jembatan gantung yang dikerjakan oleh pemerintah desa. Tapi sampai saat ini, tidak ada proses pembangunan jembatan. Jembatan masih mandek," ujarnya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help