Dicurigai Warga, Dua Pendatang Asal Palu Diperiksa Polsek Bangkala Jeneponto

Mereka dimintai keterangan lantaran dicurigai oleh warga Kampung Borong Untia, Kelurahan Benteng, Jeneponto.

Dicurigai Warga, Dua Pendatang Asal Palu Diperiksa Polsek Bangkala Jeneponto
handover
Dua pendatang baru asal Palu, Sulawesi Tengah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian Sektor Bangkala, Jeneponto, Selasa (15/5/2018) malam. 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BANGKALA - Dua pendatang baru asal Palu, Sulawesi Tengah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian Sektor Bangkala, Jeneponto, Selasa (15/5/2018) malam.

Keduanya bernama Zultomi (25), warga Jl Anoa Kecamatan Palu kota Kodya, Palu, Sulteng, dan Risky (25) Desa Bulumasomba Kecamatan Boyage, Kabupaten Palu, Sulteng.

Mereka dimintai keterangan lantaran dicurigai oleh warga Kampung Borong Untia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

"Dari pihak kelurahan dan warga setempat bahwa keberadaan kedua orang ini mencurigakan. Jadi dipanggillah ke kantor Polsek Bangakala untuk diinterogasi," kata Kasat Binmas yang juga Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, Rabu (16//2018).

Baca: Teror Bom di Surabaya - Wakil Bupati Soppeng Minta Warga Laporkan Jika Ada Mencurigakan

Baca: Forum Jurnalis Bantaeng Kecam Tindakan Pemukulan Wartawan di Makassar

Dari hasil interogasi polisi, keberadaan keduanya di Jeneponto untuk mengamankan diri setelah Zultomi terlibat cekcok dengan pria bernama pria berinisial F yang membonceng kekasihnya.

Tidak terima kekasihnya dibonceng oleh pria berinisial F, Zultomi pun meninju wajah F sebanyak dua kali.

"Setelah dimintai keterangan, keduanya dipulangkan ke ibu tiri Tomi (Zultomi) di Benteng. Namun, aktivitas keduanya masih dalam pemantuan Banbhinkantibmas dan pihak kelurahan setempat," tuturnya.

Zultomi sendiri merupakan remaja kelahiran Jeneponto. Ia anak ke empat dari empat bersaudara dan merupakan anak dari Karim Dg Tompo.

Ia tinggal di Palu kurang lebih lima tahun, ikut saudaranya bernama Mila (35). Profesinya di Kota Palu sebagai buruh angkut beras di pasar.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help