PSM Makassar

PSM Pangkas Waktu Latihan Selama Ramadan, Ini Alasannya

Selain adanya perubahan jadwal latihan, porsi latihan pun akan berbeda dari sebelumnya.

PSM Pangkas Waktu Latihan Selama Ramadan, Ini Alasannya
HANDOVER
PSM Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gelaran Liga 1 Indonesia 2018 dipastikan tetap akan berlanagsung meski memasuki bulan Ramadan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, intensitas laga akan tetap berlaku normal, namun untuk jadwal akan seluruh pertandingan akan dimainkan pada malam hari.

Seluruh klub peserta kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia ini pun akan menyesuaikan diri lagi dengan kondisi yang terjadi.

Termasuk perubahan pola latihan yang akan disesuaikan lantaran mayoritas pemain merupakan umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa.

PSM Makassar akan melakukan perubahan pola latihan.

Jika di hari-hari sebelumnya latihan regular digelar Pukul 16.00 Wita di Stadion Matoangin, selama Ramadan jadwal latihan diundur 30 menit atau Pukul 16.30 Wita.

Baca: Tahan Imbang Arema, Ini Kata Pelatih PSM Makassar

Pelatih PSM, Robert Rene Alberts mengatakan, selain adanya perubahan jadwal latihan, porsi latihan pun akan berbeda dari sebelumnya.

Termasuk tingkat level yang akan berubah.

“Kita nanti akan latihan di level berbeda untuk mengadaptasi penyesuaian mereka. Tapi untuk yang tidak puasa tetap di levelnya,” terang Robert saat ditemui usai memimpin latihan di Stadion Matoangin, Selasa (15/5).

Pelatih asal Belanda itu juga menjelaskan bahwa Liga yang berlangsung selama Ramadan memiliki tingkat kesulitan tersendiri.

Sebab menurutnya ada banyak yang perlu disesuaikan dan diubah polanya untuk mendapatkan hasil maksimal terkait fisik pemain.

“Tentu ada yang berbeda dari segi taiming dan schedule dan tak mudah bagi pemain untuk menjalani liga ini, tidak mudah bagi pemain yang puasa maupun yang tidak puasa juga akan tidak mudah karena harinya akan seperti agak panjang,” ungkapnya.

Baca: Usai Ditahan Seri PSM, Pelatih Arema Joko Susilo Resmi Dipecat Diganti Pelatih Lisensi Eropa

Pelatih yang pernah menangani Timnas Korea Selatan Junior ini pun menerangkan bahwa perlu kiranya kerja ekstra untuk menjaga hal tersebut. Termasuk perlu lagi lebih berhati-hati atas kebugaran fisik pemainnya.

“Situasi idealnya di bulan Ramadan harusnya tidak mengadakan aktiftas-aktifitas olahraga karena banyak presure-presure untuk sistem fisik, dokter juga harus bekerja lebih banyak dan untuk atlit pasti kita harus menangani lebih berhati-hati lagi,” tuturnya.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help