Pilkada Sinjai

Panwaslu Sinjai Batal Proses Kasus Jam Dinding, Ini Penyebabnya

Juga soal pembagian gula pasir dan kebijakan soal iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Panwaslu Sinjai Batal Proses Kasus Jam Dinding, Ini Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI
Suasana Jumpa Pers Panwalu Sinjai 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menghentikan laporan masalah jam dinding, pembagian gula pasir dan kebijakan soal iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Panwaslu Sinjai menyampaikan bahwa laporan tersebut tidak dapat diproses hukum karena tidak memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.

"Setelah kami kaji soal laporan dan temuan. Maka kami sampaikan bahwa tidak memenuhi unsur hukum untuk diproses lebih lanjut," kata Komisi Hukum dan Pencegahan Panwaslu Sinjai Saefuddin saat menggelar acara jumpa pers di kantor Panwaslu Jl RA Kartini, Sinjai, Senin (14/5/2018) petang.

Dijelaskan bahwa temuan berupa jam dinding tidak memenuhi unsur disebut sebagai money politik. Sebab pembagian jam dinding itu hanya untuk di Posko Tim Pasangan Calon Bupati Sinjai A Seto Gadhista Asapa-A Kartini di Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe.

Demikian juga temuan gula pasir di rumah Posko Tim Pasangan Calon Bupati Takyuddin Masse-Mizar Roem di Desa Tellulimpoe. Gula pasir itu dibagikan tidak bertujuan untuk mempengaruhi warga calon pemilih karena gula tersebut untuk kebutuhan tim di Posko.

Sementara kebijakan Pemkab Sinjai yang menanggung iuran BPJS Kesehatan warganya bukan kebijakan penuh dari Sabirin Yahya sebagai patahana Bupati Sinjai Januari lalu tetapi kebijakan itu mendapat persetujuan dari 30 anggota DPRD Sinjai. Sehingga kebijakan itu dinilai tidak mempengaruhi wargadan bukan kebijakan penuh Sabirin.

Namun jika ada bukti-bukti atau temuan baru dari ketiga temuan dan laporan diatas maka baru akan diproses kembali, jelas Saifuddin. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help