Lapas Klas II B Takalar dan Kemenag Dirikan Pesantren untuk Warga Binaan

Peluncuran pesantren tersebut dimaksudkan untuk menjadi wadah pembinaan keagamaan dan moral kepada para penghuni lapas.

Lapas Klas II B Takalar dan Kemenag Dirikan Pesantren untuk Warga Binaan
HANDOVER
Bupati Takalar Syamsari Kitta (berbatik) bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Imam Suyuti (kedua dari kiri) menandatangi prasasti pendirian Pesantren At Taubah di Lapas Klas II B Takalar, Jalan Ranggong Dg Romo, No 121, Pattallassang, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/4/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.com, PATTALLASSANG- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Takalar bekerjasama dengan Kantor Daerah Kementerian Agama Takalar mendirikan Pesantren At Taubah di Lapas Klas II B Takalar, Jalan Ranggong Dg Romo, No 121, Pattallassang, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/4/2018) siang.

Peluncuran pesantren tersebut dimaksudkan untuk menjadi wadah pembinaan keagamaan dan moral kepada para penghuni lapas.

Bupati Takalar Syamsari Kitta yang berkesempatan meresmikan pesantren tersebut mengatakan agar niat baik dari pihak Lapas dan Kemenag bisa menjadi tempat untuk memperbaiki diri untuk semua penghuni lapas.

"Pada dasarnya kita semua ini adalah santri. Semua orang bisa belajar tentang agama, termasuk bagi teman-teman yang sedang menjadi penghuni lapas," kata Syamsari.

Ia juga memuji pemilihan nama pesantren tersebut yaitu Pesantren At Taubah.

"Taubat itu bukan hanya bagi orang yang bersalah, tetapi juga bagi semua orang agar setiap ingin berbuat sesuatu agar memikirkan dampak yang akan ditimbulkan bagi diri sendiri dan orang lain," tambah Syamsari.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II Takalar H Darwis menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Daerah Kementerian Agama Takalar Hj Adliah yang telah bersama-sama menginisiasi pesantren tersebut.

"Para guru dari pesantren ini adalah para Penyuluh Agama Islam (PAI) yang ada di sembilan kecamatan di Takalar. Mereka akan mengajar bergantian sesuai dengan mata pelajaran yang dirancang," kata Darwis.

Darwis juga menambahkan pada tahap pertama para santri akan diajarkan materi baca-tulis Alquran dan berbagai materi lain. Targetnya, para napi yang telah habis masa tahanannya bisa mendapatkan bekal dasar untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Acara peresmian tersebut ditutup dengan penandatanganan prasasti pendirian pesantren oleh Bupati Takalar Syamsari Kitta yang didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Imam Suyuti serta Kepala Kantor Daerah Kementerian Agama Kabupaten Takalar Hj Adliah. (*)

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help