Kutuk Teror Bom di Surabaya, Ini 8 Pernyataan Sikap Smeplim 98

Ia mengharapkan pemerintah dan pihak kepolisian mengusut tuntas aktor yang terlibat dalam aksi tak manusiawi itu.

Kutuk Teror Bom di Surabaya, Ini 8 Pernyataan Sikap Smeplim 98
Citizen Reporter
Alumni SMP Neg. 5 Makassar angkatan 98 (Smeplim 98) menggelar halal bihalal di Holycow! SteakHouse beberapa waktu lalu. Smeplim 98 mengutuk keras teror bom disejumlah gereja di Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Alumni SMP Negeri 5 Makassar Angkatan 98 (Smeplim 98) mengutuk keras teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Alumni Smeplim 98, Tasriadi menuturkan peledakan bom di gereja tersebut merupakan perbuatan keji dan tak beradab yang sama sekali tak dibenarkan oleh agama manapun.

Karena itu ia mengharapkan pemerintah dan pihak kepolisian mengusut tuntas aktor yang terlibat dalam aksi tak manusiawi itu.

Ia menegaskan, Smeplim 98 juga bersedia bekerja sama dengan pihak manapun dalam upaya mewaspadai dan menangkal gerakan terorisme, anarkisme, serta radikalisme demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui rilis yang diterima tribun-timur.com, Selasa (15/5/2018), berikut delapan pernyataan sikap Smeplim 98 sekaitan dengan teror bom tersebut:

1. Menyatakan keprihatian yang mendalam atas musibah yang terjadi dan mengutuk keras aksi bom tersebut. Aksi-aksi peledakan bom pada tempat ibadah gereja tersebut merupakan perbuatan keji dan tak beradab yang sama sekali tidak dapat dibenarkan serta tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

2. Menyerukan kepada pemerintah dan pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas aksi-aksi pengeboman yang terjadi dan diproses sesuai hukum yang berlaku terhadap aktor-aktor yang terlibat dalam aksi tidak manusiawi tersebut.

3. Menyerukan kepada pemerintah, organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan bersatupadu untuk waspada dini menangkal gerakan terorisme, anarkisme, dan radikalisme atas nama apapun, termasuk atas nama agama. Demi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmoni dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

4. Menyerukan kepada ulama, kiai, ustad, termasuk para khatib dan penyuluh Agama untuk dapat senantiasa menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai, Islam yang menyerukan persatuan, Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.

5. Menyerukan kepada masyarakat dan seluruh stakeholder untuk tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku dan menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

6. Menyerukan kepada masyarakat umum untuk mewaspadai setiap gerakan terorisme dan kekerasan/anarkisme di lingkungannya masing-masing dan bersama-sama menjaga persatuan, tidak main hakim sendiri demi terciptanya penegakan hukum.

7. Menyerukan kepada masyarakat untuk terlibat secara aktif dengan aksi-aksi nyata yakni memantau tetangga dan lingkungan masing-masing dari pendatang dan tamu yang kiranya mencurigakan.

8. Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas nama ummat Islam dan masyarakat Makassar kepada saudara kami kaum nasrani dan lainnya yang telah menjadi korban dari gerakan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam, yakinlah bahwa itu tindakan pribadi orang-orang yang telah sesat akan paham Radikalisme dan jauh dari semangat NKRI.(*)

Penulis: Hasriyani Latif
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help