Begini Model Ngaji di Pulau Salemo Pangkep Abad ke-20

Ia menyebut di Pulau Salemo didirikan pondok mengaji dan pada akhir abad XIX pulau Salemo tercatat sebagai pelabuhan transit.

Begini Model Ngaji di Pulau Salemo Pangkep Abad ke-20
munjiyah/tribunpangkep.com
Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Makassar, Husnul Fahimah Ilyas memberi materi di Seminar Jaringan Ulama di Pangkep, Kantor Kemenag Pangkep, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Makassar meneliti jaringan ulama di Pulau Salemo desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada abad ke-20.

Peneliti dari Litbang Agama Makassar, Husnul Fahimah Ilyas yang meneliti jaringan ulama di Pulau Salemo abad ke-20 membeberkan segala hal soal Pulau Salemo.

"Pulau Salemo bukan hanya pulau yang terkenal dengan para ulama besarnya, tetapi ada banyak hal yang bernilai sejarah disana," kata Husnul Fahimah Ilyas usai memberi materi di Seminar Jaringan Ulama di Pangkep, Kantor Kemenag Pangkep, Selasa (15/5/2018).

Baca: 400 Warga di Pulau Salemo Pangkep Keluhkan Soal PLTS

Baca: Konjen Australia Bawa 30 Peneliti dan Investor Kunjungi Pulau Salemo Pangkep

Ia menyebut di Pulau Salemo didirikan pondok mengaji dan pada akhir abad XIX pulau Salemo tercatat sebagai pelabuhan transit, tempat bermukim belajar dan mengajar ilmu Islam serta tasawuf.

Husnul juga mengungkapkan soal model dan sistem mengaji di Pulau Salemo. "Jadi mereka itu mondok di rumah yang sudah diwakafkan oleh pedagang-pedagang kaya yang singgah di Pulau Salemo," ujarnya.

Mereka yang datang mondok bukan hanya penduduk asli melainkan ada dari luar Jawa.

"Jadi sistem mengajinya itu mereka bermukim dengan sang guru, sistem sorogan (face to face menghadapi muridnya) dan sistem diskusi keagamaan," jelasnya.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved