Ramadan, Pertamax Diprediksi Lebih Diminati di Sulawesi

Memprediksi kenaikan konsumsi BBM jenis Pertamax tertinggi dibandingkan BBM lainnya yakni meningkat 12,8% atau 237 Kiloliter (KL)/hari

Ramadan, Pertamax Diprediksi Lebih Diminati di Sulawesi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
General Manager Marketing Operation Region VII, Tengku Fernanda pada Satgas Pertamina Siap Jaga Pasokan Energi di SPBU Ratulangi Makassar, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Memasuki Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah/2018, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII mengantisipasi peningkatan konsumsi energi, baik bahan bakar minyak maupun elpiji.

Di wilayah Sulawesi, MOR VII memprediksi kenaikan konsumsi BBM jenis Pertamax tertinggi dibandingkan BBM lainnya yakni meningkat 12,8% atau 237 Kiloliter (KL)/hari, sedangkan konsumsi Premium diprediksi naik sekitar 11,9% atau 4.262 KL/hari dibanding rata-rata realisasi harian normal.

General Manager Marketing Operation Region VII, Tengku Fernanda pada Satgas Pertamina Siap Jaga Pasokan Energi di SPBU Ratulangi Makassar, Senin (14/5/2018) menuturkan guna memastikan ketersediaan BBM dan elpiji dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1439 H/2018, Pertamina menyiapkan satuan tugas (Satgas) yang bersiaga mulai tanggal 5 Juni hingga 25 Juni 2018.

"Selama masa Satgas ini, Pertamina melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM dan LPG di seluruh wilayah pulau Sulawesi, mencakup 6 (enam) provinsi dari Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan,” katanya

Region Manager Retail Fuel Marketing VII, I Ketut Permadi Aryakuumara menjelaskan, secara keseluruhan di wilayah Sulawesi untuk bahan bakar minyak atau gasoline, konsumsi tertinggi diprediksi terjadi pada tanggal 14 Juni 2018 atau H-1 Idul Fitri 2018 dengan kenaikan sebesar 44% yakni 9.547 KL dibanding konsumsi normal.

Sementara konsumsi tertinggi untuk bahan bakar diesel atau gasoil diprediksi terjadi pada tanggal 26 Juni 2018 atau H+11 yakni sebesar 3.099 KL atau naik sebesar 39% dibandingkan konsumsi normal. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help