Petani di Baranti Sidrap Terancam Gagal Panen

Senada dengan La Rahman, petani di Desa Passeno, Bahar (43) juga mengaku sawahnya baru ditanami padi dua hari lalu.

Petani di Baranti Sidrap Terancam Gagal Panen
amiruddin/tribunsidrap.com
Banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Baranti, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, BARANTI - Banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Baranti, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/5/2018). Tiga desa yang menjadi lokasi banjir yakni, Desa Passeno, Simpo, dan Tonrongnge.

Warga Desa Tonrongnge, La Rahman (49) mengatakan air mulai merendam rumah warga sejak pukul 07.00 Wita pagi tad. Banjir tersebut diklaim yang terparah sejak beberapa tahun terakhir.

Akibatnya kata dia, petani di ketiga desa tersebut terancam gagal panen. "Baru seminggu terakhir kami turun sawah pak, tapi terkena banjir. Makanya kami terancam gagal panen kalau banjir tak kunjung surut," ujarnya.

Baca: Dua Dusun di Jauh Pandang Wajo Terendam Banjir

Baca: Banjir Landa 3 Desa di Baranti Sidrap, Ratusan Rumah Terendam

Senada dengan La Rahman, petani di Desa Passeno, Bahar (43) juga mengaku sawahnya baru ditanami padi dua hari lalu. "Terpaksa kami harus mengolah sawah untuk ditanami padi kembali pak," ujarnya.

Sementara itu, Wakapolsek Baranti Ipda Nurdin meminta warga tetap waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama banjir belum surut.

"Ada sekitar 200 rumah yang terendam dan sawah yang terendam di tiga desa ini. Selain karena curah hujan yang tinggi, juga gegara air sungai yang meluap," tuturnya.

Pantauan TribunSidrap.com, banjir di tiga desa tersebut mencapai 50 cm hingga satu meter. Selain rumah, sawah, sekolah, dan masjid juga ikut terendam.

Tidak sedikit pula kendaraan yang mogok, gegara nekat menerobos jalan di desa itu.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help