Penggunaan LPG 3 Kilogram Diprediksi Naik 6% di Sulsel, Non Subsidi Normal

Total konsumsi LPG subsidi 3 kilogram (Kg) bagi masyarakat miskin selama masa satgas diprediksi akan naik 9%

Penggunaan LPG 3 Kilogram Diprediksi Naik 6% di Sulsel, Non Subsidi Normal
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Region Manager Retail Fuel Marketing VII, I Ketut Permadi Aryakuumara pada pencanangan satgas Pertamina Siap Jaga Pasokan Energi di SPBU Ratulangi Makassar, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Region Manager Retail Fuel Marketing VII, I Ketut Permadi Aryakuumara pada pencanangan satgas Pertamina Siap Jaga Pasokan Energi di SPBU Ratulangi Makassar, Senin (14/5/2018) menuturkan, Pertamina akan memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat selama masa satgas.

Untuk wilayah Sulawesi, total konsumsi LPG subsidi 3 kilogram (Kg) bagi masyarakat miskin selama masa satgas diprediksi akan naik 9% atau sebesar 38.505 Metrik Ton (MT) dibanding total konsumsi normal bulanan sebesar 35.474 MT.

Sedangkan total konsumsi LPG non subsidi termasuk Bright Gas diprediksikan sebesar 2.767 MT atau naik 5% dibanding total konsumsi normal bulanan sebesar 2.636 MT.

"Kenaikan ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 Kg maupun 5,5 Kg yang semakin diminati konsumen," katanya.

Sementara itu, di Sulsel konsumsi harian LPG subsidi 3 Kg selama masa satgas diprediksikan naik 6% menjadi 826 MT/hari dan konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi H+6 pasca Idul Fitri yaitu naik 16% dibandingkan konsumsi harian normal 779 MT.

“Untuk konsumsi LPG non subsidi rumah tangga diprediksi akan tetap berjalan normal yaitu 61 MT per hari dan konsumsi tertinggi terjadi pada H+3 pasca Idul Fitri yakni naik 43% dibandingkan konsumsi harian normal,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help