NH Aziz

NH-Aziz Ungguli Survei, Rudal: Ini Cerminan Kerja Keras Bersama

Baginya, survei tersebut menjadi bukti kerja keras yang digalang oleh elemen partai pengusung dan relawan.

NH-Aziz Ungguli Survei, Rudal: Ini Cerminan Kerja Keras Bersama
HANDOVER
Bendahara DPD I Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah (tengah) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) ditetapkan memiliki nilai elektabilitas tertinggi dibanding tiga kandidat lain Pilgub Sulsel. Keunggulan tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Minggu (13/5/2018).

Merespons hasil survei tersebut, Bendahara DPD I Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah merasa senang. Bagi dia, survei tersebut menjadi bukti kerja keras yang digalang oleh elemen partai pengusung dan relawan.

"Ini menjadi cerminan kerja keras kita selama ini. Mari kita terus pertahankan sampai kemenangan jadi benar-benar nyata," tuturnya, Senin (14/5/2018) seperti rilis yang diterima Tribun.

Karena itu, Rudal meminta kepada seluruh elemen mesin pemenangan NH-Aziz agar tidak cepat berpuas diri. Melainkan, hasil survei tersebut menjadi pemacu agar semakin giat lagi menyasar dan meyakinkan pemilih untuk datang ke TPS kemudian mencoblos kandidat nomor urut satu Pilgub Sulsel.

"Semua harus bekerja ekstra, ini momen paling penting karena waktu pemilihan semakin menipis. Ke depan, kita akan berupaya lebih maksimal lagi," tegasnya.

Sementara itu, menurut hasil survei yang dirilis CSIS, pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar unggul telak dengan persentase elektabilitas 30,6 persen. Adapun Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar masih berebut dengan elektabilitas masing-masing 21,2 persen dan 20,7 persen.

Kemudian, Agus Arifin Nu'mang-Tanri Bali Lamo meraih persentase elektabilitas 9,9 persen. Sisanya, 17,6 persen memilih tidak tahu/tidak menjawab. (*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help