Ditetapkan Tersangka, Berkas Tiga Kades di Kecamatan Anggeraja Dilimpahkan ke Kejari Enrekang

Mereka terbukti menghadiri sosialisasi strategi pemenangan yang dilakukan oleh tim Pasangan calon, yakni Muslimin Bando (MB)-Asman.

Ditetapkan Tersangka, Berkas Tiga Kades di Kecamatan Anggeraja Dilimpahkan ke Kejari Enrekang
m aziz albar/tribunenrekang.com
Tim penegak hukun terpadu (Gakumdu) Panwaslu Enrekang melimpahkan tersangka dan barang bukti tiga kepala desa di Kecamatan anggeraja yang melakukan pelanggaran Pilkada ke Kejari Enrekang. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Tiga kepala desa (Kades) di Kecamatan Anggeraja telah ditetapkan tersangka oleh Tim penegak hukun terpadu (Gakumdu) Panwaslu Enrekang.

Ketiganya adalah, Kades Tindalun, Dw, Kades singki, Dj dan Kades Siambo, Ag. Mereka terbukti menghadiri sosialisasi strategi pemenangan yang dilakukan oleh tim Pasangan calon, yakni Muslimin Bando (MB)-Asman.

Berkas ketiganya pun telah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejari Enrekang. Pelimpahan tersangka dan barang bukti diserahkan langsung oleh Tim Gakumdu Panwaslu Enrekang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang, Senin (14/5/2018).

Berkas tiga tersangka dan barang bukti tersebut diterima langsung oleh Jaksa penuntut umum, Alexander Rante Labbi dan Fri Harmoko yang memang ditunjuk khusus sebagai jaksa yang menangani dan menyelesaikan tindak pidana Pilkada 2018 di Enrekang.

Baca: Nasib 2 Kades yang Terlibat Kampanye di Sinjai Ditentukan Sore Ini

Baca: Sudah Sidang 9 Kali di Pengadilan Tipikor, Kades Bonto Manurung Maros Belum Ditahan

Menurut Kasi Intel Kejari Enrekang, Sinrang, berkas kasus pelanggaran tiga Kades tersebut telah dinyatakan lengkap atau P21.

Sehingga tiga tersangka beserta barang bukti berupa satu set sound sistem yang digunaakan pada saat acara tersebut telah diterima oleh Kejari Enrekang.

"Jadi berkasnya telah diterima dan berada di tangan jaksa penuntut, saat ini tim segera bekerja merampungkan dakwaan untuk selanjutnya paling lambat lima hari akan dilimpahlan ke Pengadilan negari Enrekang untuk disidangkan," kata Sinrang kepada TribunEnrekang.com, Senin (14/5/2018).

Sinrang menjelaskan, ketiga tersangka diduga melakukan tindakan lain yang menguntungkan MB-Asman.

Olehnya itu, mereka diduga melanggar Pasal 188 Junto Pasal 71 ayat 1 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Ancaman hukumannya minimal satu bulan dan maksimal 6 bulan dan atau denda paling sedikit Rp 600 ribu paling banyak Rp 6 juta," ujarnya.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved